MATARAM – Kematian Ketua DPRD Sumatera Utara Abdul Azis Angkat mengundang keprihatinan fraksi-fraksi di DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Gubernur NTB Muhammad Zainul Madjdi. Melalui sidang paripurna yang berlangsung Rabu (4/2) pagi, mereka mengirimkan doa dan mengutuk tindakan anarkhis.
Mereka membacakan Al Fatihah dan mengirimkan doa sewaktu Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembunan Tuan Guru Haji Hasmi Hamsyar berada di mimbar sebelum menyampaikan pendapat akhir fraksinya mengenai persetujuan Rencana Pembangunan Jangka Menengah NTB 2008-2013.
Gubernur NTB Muhammad Zainul Madjdi sewaktu berbicara di dalam rapat paripurna DPRD NTB mengatakan peristiwa tewasnya almarhum Abdul Azis Angkat tersebut seharusnya memunculkan renungan. ‘’Bahwa demokrasi itu selain untuk kepentingan kesejahteraan juga melahirkan tatanan yang beradab,’’ ucapnya.
Dikatakannya bahwa hendaknya perbuatan anarkhis masa pendemo di DPRD Sumatera Utara itu tidak terjadi di daearahnya. Bukan hanya sekedar tidak terjadi tetapi dipastikan tidak boleh terjadi.(supriyantho khafid/lomboknews)

