MATARAM – Dua bersaudara musikus Katon Bagaskara dan Nugie mulai Rabu (21/1) ini menyumbangkan seluruh pendapatannya dari lagu Jika Bumi Bisa Bicara (JB3) yang digunakan untuk nada tunggu telepon seluler. Diperkirakan oleh Katon setiap bulan Rp500 juta bisa didapat dari satu provider. Setelah PT Indosat Tbk yang memulai hari ini menjadikan I-ring, selanjutanya mulai Pebruari mendatang provider yang lain Telkomsel menjadikannya nada sambung pribadi (NSP) dan XL menjadikannya ring back tone.
Nada tunggu telepon yang disebut Hijau produksi B-Pro milik mereka sendiri dimulai oleh PT Indosat Tbk tersebut tidak dilakukan secara eksklusif agar lebih banyak masyarakat yang mendonasikan melalui perusahaan seluler lainnya. Katon menyebut Telkomsel memiliki 60 juta pelanggan, Indosat 35 juta dan XL 25 juta.
Menurut Head Of Communication and Outreach WWF Indonesia Elshinta Suyoso Marsden, kalau setiap pelanggan yang menggunakan nada tunggu tersebut dipungut Rp5 ribu maka Katon dan Nugie berhak memperoleh Rp2 ribu yang sepenuhnya diberikan kepada WWF (World Wild Fund) Indonesia. ‘’Jatah mereka didonasikan seluruhnya,’’ kata Elshinta.
Katon dan Nugie tersebut akan diserahkan seluruhnya yang menjadi haknya dari provider kepada WWF Indonesia yang menggunakannya untuk program lingkungan di daerah. ‘’Dananya diserahkan untuk pemulihan lingkungan,’’ kata Kator dan Nugie ditemui disela pepohonan yang banyak monyetnya.
Digunakannya nada tunggu telepon seluler sebagai cara menyumbang karena pendapatannya dijamin aman dari pembajakan, tidak seperti rekaman lagu melalui kaset dan CD. Peluncuran I-ring JB3 tersebut dilakukan Katon dan Nugie bersama Marketing Director PT Indosat Tbk Guntur Suboro, disaksikan oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Madjdi dan Direktur Eksekutif WWF Indonesia Mubariq Ahmad.(supriyantho khafid/lomboknews)

