Lombok Sumbawa Online

Jual Link/Bandwidth IIX & Internasional Utk Seluruh Indonesia
call. 081-3535-70001 www.andira.co.id
Google
 
Tuesday, 20 January 2009 • KRIMINAL

MATARAM – Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Kapolda NTB) Brigjen Surya Iskandar memerintahkan Kepala Kepolisian Resort (Resort) Bima mengambil tindakan tegas terhadap pelaku pertikaian antar warga Desa Ngali dan Desa Renda di Kabupaten Bima, Senin (19/1) sore kemarin. ‘’Situasinya sementara terkendali. Pelaku kerusuhan saya minta ditindak,’’ kata Surya Iskandar kepada Tempo, Selasa (20/1) pagi sewaktu ditemui di gedung DPRD NTB.

Menurutnya, untuk menjaga ketertibannya, ia sudah memerintahkan dua peleton kesatuan Brimob kota Bima dan Kabupaten Dompu mendukung pengamanannya.

Pertikaian antar warga dua desa bertetangga di Kecamatan Belo Kabupaten Bima tersebut mulai terjadi pukul 11.30 Waktu Indonesia Tengah (WITA). Sekitar pukul 16.00 WITA, seorang purnawirawan TNI AD Letkol Anas Malik yang berasal dari Desa Ngali yang hendak pulang melalui Desa Renda menjadi sasaran penyerangan warga menggunakan senjata tajam sehingga mengalami luka parah di punggung, tangan dan kaki. Seorang warga Renda Fathullah yang kakinya terkena tembakan senjata rakitan milik penduduk akhirnya meninggal.

Korban lainnya asal Desa Ngali adalah Umar, 18 tahun, pelajar SMA yang terkena panah di hidungnya. Sedangkan dari Desa Renda, M Ali, 30 tahun, terkena tembakan di bagian dada sebelah kanan. Korban lainnya, Ibnu (22) terkena anak panah di atas hidung berikut Anwar (22) mengalami luka pada bagian paha, keduanya adalah warga desa Ngali dan kini dirawat di Puskesmas Ngali.

Pertikaian antar dua desa tersebut berawal dari penganiayaan terhadap seorang warga Desa Ngali dibacok menggunakan senjata tajam oleh warga Desa Renda. Satu jam kemudian kembali salah seorang warga Ngali dianiaya oleh warga Desa Renda di Desa Renda. Tiga jam kemudian mantan ketua Dewan Pimpinan Desa (DPD) Desa Ngali dilempar olah warga Desa Renda hingga mengalami patah kaki. Terakhir, Ahad (18/1) malam, seorang anggota Polisi Pamong Praja bernama Sunardi (37) warga Desa Renda yang bertugas jaga di kantor Camat Palibelo dihadang oleh sekelompok orang di Desa Ngali mengalami sabetan senjata tajam.(supriyantho khafid/lomboknews)

2 Comments »
  • REMAN : Republik Mahasiswa Ngali Malang Siap mendukung penuh upaya pemerintah baik daerah, propinsi, dan pusat sekalipun dalam rangka resolusi perdamaian antar desa Ngali dengan Desa Renda yg tiap hari selalu ada korban yg meninggal.karena konflik tsb berujung perng Angkat senjata.bagi pihak yg terkait di harapkan dapat merajia paksa seluruh senjata api yg ada di warga teruma menghentikan suplai senjata dan amunisi,lalu di tindak secara hukum biar ada efek jera…. Go A Head… Perdamaian Permanen

    Comment by salahuddin Ngali — November 16, 2009 @ 1:59 am

  • Ya,, kmarin sekeluarga mau menyeberang dari sape ke labuhan bajo,, suasana sangat mencekam,, tp yang saya heran kan kenapa ya masyarakat di safe mengorban kan kami yang tidak bersalah,, nyawa kami tidak ada harga nya,, ktika kami menyeberang dengan perahu,, kami betul2 ANTARA HIDUP DAN MATI ,, kemana tokoh ulama sehingga tidak bisa memberi pencerahan kepada umat nya

    Comment by rista_tambung — December 24, 2011 @ 9:48 pm

  • Leave a comment








    Lomboknews.com - 2012 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com