Lombok Sumbawa Online

Jual Link/Bandwidth IIX & Internasional Utk Seluruh Indonesia
call. 081-3535-70001 www.andira.co.id
Google
 
Tuesday, 20 January 2009 • DAERAH

MATARAM – 45 orang pejabat eselon II mulai dari tiga orang Asisten Sekretaris Daerah, para staf ahli, kepala biro, kepala dinas, kepala badan dan kepala kantor tingkat Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) mulai sepekan lalu diuji oleh 12 orang anggota Lentera Hati Foundation yang ditunjuk sebagai Tim Evaluasi Kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah oleh Gubernur NTB Muhammad Zainul Madjdi.

Para pejabat tersebut di kantornya masing-masing harus menjalani wawancara sehari penuh setelah 99 hari bekerja dalam kabinet Gubernur NTB Muhammad Zainul Madjdi dan Wakil Gubernur Badrul Munir. ”Evaluasi ini dilakukan berturut-turut setiap tiga bulan untuk memantau kinerja mereka,” kata Zainul Madjdi menjawab Tempo, Selasa (20/1) siang, sewaktu ditemui di gedung DPRD NTB. Rencananya, tim evaluasi yang terdiri dari kalangan akademik dan kemasyarakatan.

Disebutkan bahwa para pejabat eselon II yang dilantik sejak 7 Oktober lalu dievaluasi oleh anggota tim tersebut agar bisa diketahui aspek loyalitas dan motivasi kerja, kompetensi dan kedisiplinannya. Namun, ia menyanggah kalau masuk ke dalam hal teknis tetapi sifatnya lebih psikologis guna meningkatkan personalitynya. ”Ini bukan penghakiman. Namun menjadi salah satu acuan evaluasi menyeluruh,” kata Zainul lagi.

Menurutnya, evaluasi oleh lembaga di luar kedinasan tersebut, ingin memantau kemampuan interaksi para pejabatnya dengan masyarakat. ”Apakah arogan? Supaya personalitynya lebih mendekat kepada masyarakat,” ucapnya kemudian.(supriyantho khafid/lomboknews)

4 Comments »
  • There s nothing,if just test n deferent with action,did you know all people very good in act? we just can see when at field,either they good,or coruption…how big they are Loyal to goverment….am not talking about Rasis,actualy,,native people at lombok likely to hold all culture”my friends said?CULTURE OF PEKOK LESEK…I DN’T KNOW EXACLY THE MEANING?..but as i know..always respec for oldes then them,even his do the wrong WAY…am sory for sing,that loyality test..it”s wasted money,energy,and time….But am not Underestimate with new gov,for trying make change in Eselon or Staff,especialy at NTB province…I wish to God hopefuly,The new Gov,can be the gud sample per NTB people,make change is very gud…Wassalam.

    Comment by mr.Pagah — January 20, 2009 @ 10:16 pm

  • numpang komen:

    Yang diuji koq hanya loyalitas, kompetensi, atawa disiplin aja ya… Yang lebih penting (menurut PAILUL) adalah KINERJAnya, PROFESIONALISMENYA, dan INTEGRASINYA. Untuk Mr.Pagah your comment is excellent ! Semoga NTB (baru) ada kemajuan dan mampu BERSAING.

    Comment by srnNTB — January 21, 2009 @ 6:10 am

  • Apek uni’m Mister Pagah? Ndek ngerti base kompeni.

    Tapi ini adalah berita ketiga yang saya baca dalam 2 minggu terakhir mengenai pernyataan seorang gubernur tentang perlunya menjaga loyalitas vertikal. Pertama-tama Gubernur Jawa Barat, kemudian Gubernur Jawa Tengah, menyusul Gubermur NTB [walau yang dilakukan terbatas di kalangan “kabinet”nya]. Apakah ini bukti bahwa euforia otonomi daerah masih mewarnai manajemen pemerintahan kita? Kalau selamanya kita dalam suasana euforia, dikhawatirkan tata kelola pemerintahan daerah kita tidak akan mampu secara realistis dan fokus dalam menilai dan menangani permasalahan2 yang ada.

    Langkah ketiga gubernur ini mungkin perlu sebagai reminder bahwa euforia sudah berakhir, mari kita kembali ke dunia nyata di mana permasalahan2 menunggu untuk diatasi.

    Comment by Arya Karangsovak — January 21, 2009 @ 12:10 pm

  • itu sangat perlu di tes masalah loyalitasnya…bagimnapun yang bertanggung jawab atas suatu daerah itukan pemimpinnya termasuk gubernur,bupati dan walikota…jadi sangat tepat bila gubernur NTB menguji loyalitasnya.ini demi menjaga nama baik NTB.kita tahukan NTB sebelum dipimpin sama TGB dipimpin ma sp? yag skar mu disidang kasus ya gitu deh……… yang dilkukan TGB itu termasuk pencegahan atau tindakan preventif.bukankan itu harus diutamakan sperti qaidah fiqh “da’rul mafasid muqaddimun al-jalbih masholih” wassalam

    Comment by Alfi Khair — January 22, 2009 @ 12:52 pm

  • Leave a comment








    Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com