MATARAM – 45 orang pejabat eselon II mulai dari tiga orang Asisten Sekretaris Daerah, para staf ahli, kepala biro, kepala dinas, kepala badan dan kepala kantor tingkat Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) mulai sepekan lalu diuji oleh 12 orang anggota Lentera Hati Foundation yang ditunjuk sebagai Tim Evaluasi Kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah oleh Gubernur NTB Muhammad Zainul Madjdi.
Para pejabat tersebut di kantornya masing-masing harus menjalani wawancara sehari penuh setelah 99 hari bekerja dalam kabinet Gubernur NTB Muhammad Zainul Madjdi dan Wakil Gubernur Badrul Munir. ”Evaluasi ini dilakukan berturut-turut setiap tiga bulan untuk memantau kinerja mereka,” kata Zainul Madjdi menjawab Tempo, Selasa (20/1) siang, sewaktu ditemui di gedung DPRD NTB. Rencananya, tim evaluasi yang terdiri dari kalangan akademik dan kemasyarakatan.
Disebutkan bahwa para pejabat eselon II yang dilantik sejak 7 Oktober lalu dievaluasi oleh anggota tim tersebut agar bisa diketahui aspek loyalitas dan motivasi kerja, kompetensi dan kedisiplinannya. Namun, ia menyanggah kalau masuk ke dalam hal teknis tetapi sifatnya lebih psikologis guna meningkatkan personalitynya. ”Ini bukan penghakiman. Namun menjadi salah satu acuan evaluasi menyeluruh,” kata Zainul lagi.
Menurutnya, evaluasi oleh lembaga di luar kedinasan tersebut, ingin memantau kemampuan interaksi para pejabatnya dengan masyarakat. ”Apakah arogan? Supaya personalitynya lebih mendekat kepada masyarakat,” ucapnya kemudian.(supriyantho khafid/lomboknews)

