MATARAM – Sudah 22 kelompok sarjana peternakan se Nusa Tenggara Barat (NTB) mengikuti Program Sarjana Membangun Desa, memperoleh bantuan pembinaan untuk bekerja mengembangkan ternak sapi, masing-masing Rp300 juta. Dana tersebut diserahkan sepenuhnya pengelolaannya kepada kelompok yang masing-masing anggotanya 25-30 orang untuk usaha pembibitan sapi betina dan penggemukan sapi jantan.
Tergantung kesepakatan setiap kelompok, dana Rp300 juta itu 70 persen digunakan untuk pengadaan 48-50 ekor ternak dan selebihnya 30 persen untuk kas kelompok. Semangatnya agar dapat menyiptakan lapangan kerja. Para sarjana peternakan tidak menganggur, mereka dapat gaji dan modalnya berkembang. ‘’Anak sapi yang dihasilkannya dibagi kepada anggota untuk dikembangkan,’’ kata Kepala Dinas Peternakan NTB drh.Abdul Samad, Kamis (15/1) pagi.
Menurutnya, kelompok-kelompok mereka ini di Pujut, Truwai, Jago, Pengenjek dan Pringgarata di Lombok Tengah dan Narmada Lombok Barat sehari sebelumnya, Rabu (14/1), dikunjungi oleh Direktur Budi Daya Ternak Ruminansia Departemen Pertanian Fauzi Luthan yang menjanjikan akan meningkatkan jumlah kelompoknya hingga tiga kali lipat.(supriyantho khafid/lomboknews)

