MATARAM – Akibat hujan yang turun terus menerus sejak Jum’at (9/1) malam, pemukiman warga BTN Telaga Waru dan kampung sekitarnya Karang Bongkot Desa Telaga Waru Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat sekitar 12 kilomter arah selatan dari kota Mataram mengalami kebanjiran sejak Sabtu (10/1) subuh dini hari tadi. Sekitar pukul 5 pagi, rumah mereka mulai terendam air hingga setinggi pusar orang dewasa.
Salah seorang warga Karang Bongkot Perampuan Saini, 31 tahun, melalui telepon dari Mataram menjelaskan bahwa banjir disebabkan jebolnya tanggul yang berada di sebelah timur dari kompleks pemukiman penduduk. ‘’Tanggul tidak mampu membendung aliran air sungai Banyumulek,’’ katanya
Saini juga menjelaskan bahwa kantor markas Kepolisian Sektor Labuapi juga terendam air hingga setengah meter. Rumahnya sendiri yang juga berada di sebelah barat juga terendam air. Karenanya, dua orang anak dan istrinya diungsikan ke masjid yang berada di barat desa. Haji Rudi Hidayat - Asisten Redaktur Pelaksana Harian Lombok Post yang juga mengalami kebanjiran sewaktu dihubungi melalui telepon menyebutkan air hingga setinggi pusarnya. Ia sibuk untuk melakukan penyelamatan keluarga dan barang rumah tangganya.
Terendamnya rumah warga yang terletak sekitar 12 kilometer selatan kota Mataram tersebut, disampaikan oleh salah seorang warga BTN Telaga Waru Umar Seth – anggota Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lombok Barat yang berdiam di Jalan Mars I Nomor 75. Menurutnya, air yang mulai datang tidak diduga oleh warga akan meluap hingga tinggi. ‘’Air sungai meluap ke kompleks setelah tembok lingkungan jebol,’’ katanya. Tim SAR dan tentara sudah datang mengatasi situasi panik penduduk dan mengungsikannya ke jalan raya di depan kompleks.(supriyantho khafid/lomboknews)

