MATARAM – Sampai Selasa (30/120 malam, sudah tujuh kelompok terbang (kloter) masing-masing 450 orang jemaah haji asal Nusa Tenggara Barat (NTB) tiba kembali di daerahnya. Lima kloter yang merupakan jemaah haji gelombang pertama berasal dari Jedah dan dua kloter terakhir merupakan gelombang kedua berasal dari Madina. Penerbangan terakhir jamaah haji NTB dijadwalkan 9 Januari mendatang.
Menurut Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama (Depag) NTB Lalu Suhaimi Izmy, masih tersisa tiga kloter utuh dan satu kloter campuran Jawa Timur. Yang diberangkatkan sebanyak 4.491 orang dan yang meninggal dunia sewaktu menjalankan ibadah di tanah Suci sebanyak enam orang dan seorang meninggal dalam rencana perjalanan pulang di Jedah.
Mereka yang meninggal adalah berasal dari Lombok Timur tiga orang, Lombok Barat (1), Lombok Tengah (1), Sumbawa (1), Bima (1).
Salah seorang anggota pembina haji NTB Sudiarto, keberangkatan penerbangan dari Jedah dan Madina serta kedatangan mereka kembali di Mataram relatif tidak mengalami keterlambatan hingga harus ditunda. Hanya dua kloter yang mengalami keterlambatan 40-60 menit berangkat dari Madinah dan kedatangannya dari Surabaya menggunakan pesawat lain hanya mundur tiga jam. ‘’Tidak ada keluhan keterlambatan,’’ katanya.(supriyantho khafid/lomboknews)

