MATARAM – Anggota Dewan Perwakilan Daerah asal Nusa Tenggara Barat (NTB) Harun Al Rasyid mendukung kepemimpinan Gubernur NTB Muhammad Zainul Madjdi - Wakil Gubernur Badrul Munir yang menonjobkan 27 orang pejabat lama eselon II dan rencananya akan terus memutasi lagi pejabat lainnya. Mereka yang berjumlah 27 orang dinonjobkan tersebut dinilai sudah berusia lanjut dinilai sudah tidak lagi memberikan kemajuan karena sudah tidak kreatif.
Setelah melakukan mutasi pertama sejak dilantik 17 September lalu, duet gubernur muda yang berusia 36 tahun tersebut banyak mengangkat pejabat baru eselon II yang usianya relatif muda di bawah 50 tahun. Rencananya, akan dilakukan mutasi lanjutan yang membuat para karyawan gelisah dan tidak tenang bekerja.
Harun Al Rasyid menilai para pejabat baru yang diangkat Zainul Madjdi dan Badrul Munir dari kalangan muda bisa bekerja lebih profesional, bukan disebabkan karena kesukuan. ‘’Saya salut. Perlu keberanian untuk mengambil kebijakan penonjoban orang yang tidak kreatif lagi,’’ katanya, siang ini.
Menurut Harun yang juga mantan Gubernur NTB periode 1998-2003, pejabat yang merasa resah karena kawatir dimutasikan oleh pemerintahan baru ini disebutnya memiliki kepentingan pribadi. ‘’Yang tua tidak perlu lagi menjabat. Sudah tidak kreatif dan profesional,’’ ucapnya.
Ia yang memang mendukung pasangan Zainul Madjdi dan Badrul Munir pada pemilihan kepala daerah yang berlangsung 7 Juli lalu, meminta agar keduanya berbuat merakyat. Tidak menjadi pangreh praja – yang dipuja seperti raja, tetapi bersifat pamong praja – abdi rakyat.
Demikian pula para warga dan tokoh masyarakat diajaknya untuk mendukung kepemimpinan Gubernur-Wagub periode 2008-2013 tersebut yang memiliki keterbukaan dan siap dikritisi. ‘’Semuanya dalam rangka kebersamaan,’’ ujarnya.(supriyantho khafid/lomboknews)

