Lombok Sumbawa Online

Jual Link/Bandwidth IIX & Internasional Utk Seluruh Indonesia
call. 081-3535-70001 www.andira.co.id
Google
 
Saturday, 6 December 2008 • DAERAH

MATARAM – Pemerintah Provinsi NUsa Tenggara Barat (Pemprov NTB) bertekad untuk memperbaiki indeks pembangunan manusia (IPM) yang berada di urutan buncit. Program Angka Kematian ibu Nol (AKINO), Angka Buta Huruf Nol (ABSANO) dan Angka Drop Out Pendidikan Dasar Nol (ADONO) sebagai program strategis segera dicanangkan sebagai program strategis untuk mempercepat wujudnya.

Pemprov NTB juga akan menyiapkan program NTB Hijau, pengembangan ternak, swa sembada pangan tidak terbatas beras sebagai salah satu tekad untuk NTB Beriman dan Berdaya Saing sesuai moto sewaktu kampanye Gubernur NTB Muhammad Zainul Madjdi dan Wakil Gubernur Badrul Munir.

Kesemuanya akan diluncurkan bersamaan dengan peringatan ulang tahun NTB ke 50, 17 Dsember mendatang. Asisten I Sekretaris Daerah NTB Chairul Mahsul bersama Kepala Biro Umum Iswandi dan Kepala Bagian Humas Pemprov NTB Andy Hadianto, dalam keterangan pers menyambut ulang tahun NTB Emas tersebut, di Lesehan Kalisari, Sabtu (6/12) sore.

Yang menarik, tersedianya layanan NTB SMS Center untuk laporan pengaduan dari masyarakat. Selain via pesan pendek (short message service-SMS), juga dibuka pos pelayanan pengaduan. Semuanya akan ditangani untuk pencegahan tindak pidana korupsi dan memperbaiki kinerja birokrasi di tingkat Pemprov NTB.

Asal SMS tersebut bukan fitnah, pengelola NTB SMS Center akan melimpahkan informasinya kepada satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Pemprov NTB sudah menyiapkan sistem. ”Asal bukan fitnah, semua pengaduan akan dilimpahkan ke SKPD dan bisa dipantau penyelesaiannya,” katanya. Apalagi kalau pelapornya korban perbuatan dzalim aparat SKPD.

Menurut Chairul Mahsul, penyediaan NTB SMS Center harus dipercayai dan layak dipercaya karena Gubernur dan Wakil Gubernur NTB ingin mewujudkan pemerintahannya 2008-2013 sesuai tekadnya NTB Beriman dan Berdaya Saing. Sebab, selama ini indeks pembangunan manusia NTB berada di urutan nomor dua terakhir di Indonesia.

NTB yang akan memasuki tahun emas (50 tahun) kelahirannya, juga akan memulai menyematkan Pin Anti Korupsi di setiap dada pegawai negeri sipil di lingkungan Pemprov NTB.(supriyantho khafid/lomboknews)

4 Comments »
  • rencana yg baik, semoga aplikasinya juga berjalan dgn baik dan di tindak lanjuti oleh PEMPROV NTB, bila ada masukan dri seluruh masyarakat NTB demi kemajuan bersama, malu doong SDM paling buncit dari 33 Privinsi di Indonesia. Boleh tahu dong nomer layanan SMS nya? (editor: nomor sms akan diumumkan setelah diresmikan)

    trimakasih

    Comment by mahayudin — December 7, 2008 @ 12:38 am

  • Mohon SDM di LOTENG di prioritaskan untuk ditingkatkan sesegera mungkin.Mengingat LOTENG sebentar lagi akan menjadi sentra pariwisata NTB dengan adanya beberapa mega proyek yang sedang dalam tahap pembangunan.Masih begitu banyak masyarakat yang belum “melek huruf” yang menunggu untuk di “cerahkan”.Jangan sampai masyarakat setempat hanya akan menjadi “penonton” ,disebabkan keterbatasan intelektual dan rendahnya mutu pendidikan, yang akan menghalangi keterlibatannya dalam pembangunan yang sedang berlangsung.

    Comment by h zanni — December 7, 2008 @ 12:09 pm

  • Mewujudkan AKINO, ABSANO dan ADONO untuk sebuah tujuan yang dilandasi “kompetisi dengan daerah lain” saya rasa kurang bijak. Karena jadinya hanya karena tidak ingin paling rendah. Lebih bijak apabila itu ditujukan sebagai sebuah upaya pelayanan dalam kerangka mewujudkan kebutuhan SDM. Akar masalah dari ketiganya sama, yaitu rendahnya paritas masyarakat akibat dari sumber alternatif kegiatan produktif bagi penciptaan pendapatan terbatas. Jadi, harus ada tindakan yang sifatnya paralel berupa penyiapan kondisi dan instrumen pendukung bagi pelaksanaan ketiga program dimaksud secara bersamaan.
    Saya kuatir program yang sebenarnya dilandasi pemikiran dan niat yang baik, tetapi karena tidak fokus malah menjadi kontraproduktif satu sama lain. Sebatas kesan formalitas, tidak sebagai sebuah kultur.

    Salam

    LHW (Semarang)

    Comment by Lale Hartika Wulan — December 7, 2008 @ 11:51 pm

  • Melihat IPM (baca: ANGKA IPM) yang nomor buncit sejak sekitar 8 tahun yll sulit dipercaya. Jika kita lihat di lapangan rasa2nya potensi kemakmuran NTB masih unggul koq, hanya mungkin belum tergarap… atau mungkin cara memperoleh angka IPM itu yang perlu dicurigai. Siapa sih yang mesti prihatin melihat angka itu? Masyarakat, Birokrat atawa Technokrat? HAYOO kita “cancut taliwondo” membenahi masalah itu….

    Comment by sura_SDA — December 9, 2008 @ 1:36 pm

  • Leave a comment








    Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com