MATARAM – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Madjdi menyatakan kekecewaannya terhadap kebijakan kawasan timur Indonesia (KatimIn) yang identik dengan daerah Sulawesi dan sektiarnya. NTB sering tidak dianggap sebagai wilayah Katimin yang juga memerlukan perhatian pembangunan. Karenanya, untuk lebih memajukan daerahnya selama lima tahun pemerintahannya, ia menggagas dibentuknya kawasan tenggara Indonesia (KateI) bersama Bali dan Nusa Tenggara Timur.
Zainul Madjdi mengemukakan kritisi terhadap Katimin dan gagasan KateI tersebut sewaktu berbicara di depan peserta workshop kepelabuhanan di Indonesia, Kamis (20/11). ‘’KatimIn ternyata identik dengan Sulawasi dan bagian atas Indonesia,’’ katanya. Workshop Kepelabuhan tersebut diselenggarakan oleh Pusat Kajian Sumber Daya Pesisir dan Lautan Institut Pertanian Bogor (PKSDPL IPB) bekerja sama dengan mitra lembaga asal Jerman Internationale Weiterbildung und Enttwicklung gGmbH (In Went) dan Brementports GmbH & Co KG.
Menurutnya, NTB memiliki peluang yang sangat besar untuk membangun. Pelimpahan wewenang kepada daerah juga memunculkan tantangan. Lima tahun mendatang, sesuai visi misinya Bersaing (beriman dan berdaya saing), diantaranya ingin menumbuhkan ekonomi pedesaan berbasis sumber daya lokal dan mengembangkan investasi dengan mengedepankan prinsip pembangunan berkelanjutan. ‘’Sebagai daya ungkit untuk pembangunan regional,’’ katanya.(supriyantho khafid/lomboknews)

