MATARAM – Warga kota Mataram yang pada tahap pertama Bantuan Langsung Tunai (BLT) Juli lalu tidak menerima pembayaran ternyata mendapatkan haknya pada tahap kedua yang dibayarkan mulai Senin (10/11) kemarin. Kalau tahap pertama jatah BLTnya Rp300 ribu maka ditambah tahap kedua sebesar Rp400 ribu, mereka membawa pulang Rp700 ribu.
Seorang warga Lingkungan Pejanggik Mataram Timur Aminah, 64 tahun, diantara 1.348 RTS, menerimanya, Selasa (11/11) pagi di kantor Pos RSU Mataram. ‘’Syukur Alhamdulillah,’’ ujarnya kepada Tempo. Ia tidak menerima pembayaran BLT tahap pertama karena suaminya, Samlawi sebagai yang berhak menerima meninggal dunia. Uang tersebut dijadikan pembeli bahan bangunan untuk keperluan memperbaiki kamar di rumahnya.
Demikian pula Inaq Inah, 60 tahun, seorang pedagang sayur di Lingkungan Gapuk Selatan yang mengambil jatahnya di kantor Pos Universitas Mataram. ’‘Ada untuk tambah modal berdagang,’’ ucapnya.
Secara keseluruhan, jumlah RTS penerima BLT tahap II yang juga menerima tahap I sejumlah Rp700 ribu sebanyak 19.514 yang merupakan selisih dari realisasinya pada tahap pertama.
Di Nusa Tenggara Barat, jumlah penerima BLT sebanyak 566.142 RTS. Menurut Kepala Kantor Pos Mataram Sanggar Bawono BP kepada LombokNews, Selasa (11/11) pagi, realisasinya tahap pertama 95,84 persen. ‘’Sengaja diblok tidak dibayarkan karena masalah haknya,’’ ucapnya.
Penerima BLT terbanyak di NTB adalah Kabupaten Lombok Timur 145.767 RTS, disusul Kabupaten Lombok Tengah 129.915, Kabupaten Lombok Barat 121.610 RTS, Kabupaten Bima 51.815 RTS, Kabupaten Sumbawa 46.093 RTS, Kabupaten Dompu 29.807 RTS, Kota Mataram 21.723 RTS, Sumbawa Barat 9.739 RTS, Kota Bima 9.673 RTS.(supriyantho khafid/lomboknews)


