MATARAM – Hingga Jum’at (7/11) pagi ini, di Rumah Aman (Shelter Home) Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil Nusa Tenggara Barat (SKCS NTB) menampung 10 orang gadis dibawah umur asal Kabupaten Sumba Barat Daya Nusa Tenggara Timur setelah dicegah keberangkatannya ke Malaysia empat hari lalu (Selasa, 4/11) oleh Kepolisian Resort Lombok Barat.
Mereka sebanyak enam orang dicegah satuan Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan Lembar ketika dipergoki hendak diseberangkan ke Bali oleh calonya di Mataram. Sedangkan lima orang lainnya ditemukan di sebuah rumah di Lombok, setelah lebih sebulan ditampung. Seorang diantaranya, sesuai saran psikater, sudah dipulangkan terlebih dahulu karena mengalami depresi melakukan tindakan berguling-gulng dibawah dan teriak histeris.
Sewaktu dikonfirmasi Tempo, Jum’at (7/11) pagi, Kepala Dinas SKCS NTB Bachrudin di kantornya mengatakan polisi tanggap terhadap adanya pergerakan calon tenaga kerja yang mencurigakan. ‘’Mereka hampir semuanya di bawah umur, 18 tahun,’’ ujarnya. Diantaranya ada yang berusia 13 tahun.
Para calon pembantu rumah tangga di Malaysia ini, sesuai janji calo yang membawanya, masih menjalani pemulihan dan verifikasi perkara yang ditangani polisi.(supriyantho khafid/lomboknews)


