MATARAM - Biaya pembangunan bandara internasional Lombok (BIL) di Dusun Slanglit Desa Tanak Awu Kabupaten Lombok Tengah meningkat dari rencana semula Rp665 miliar menjadi Rp802 miliar. Biayanya ditanggung oleh PT Angkasa Pura I (AP I) Rp645 miliar, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) Rp117 miliar dan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Pemkab Loteng) Rp40 miliar.
Kenaikan biaya BIL tersebut dikemukakan oleh Direktur Operasi PT AP I Risman Nuryadin bersama Direktur Utama PT AP I Bambang Darwoto sewaktu presentasi kemajuan proyek di depan Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi bersama Wakil Gubernur NTB Badrul Munir, Rabu (5/11). ”Kenaikan itu penambahan pekerjaan baru,” katanya.
Pembangunan BIL di lahan seluas 595 hektar menyiapkan panjang landas pacunya 2.750 meter lebar 40 meter, karena bandara Selaparang di Mataram dilahan 70 hektar hanya memiliki panjang landasan 2.100 meter lebar 40 meter tidak dapat diperpanjang lagi. ”Ada kendala opstacle karena sekitarnya ada bukit,” ujarnya.
BIL dibangun untuk memajukan pariwisata NTB dan nantinya bisa didarati pesawat berbadan lebar B 747 terbatas sebelum diperpanjang landasannya menjadi 3.500 meter.
Sewaktu kunjungan lapangan, Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi dan Wagub NTB Badrul Munir menerima laporan pembangunan landas pacu telah selesai 39 persen, terminal 14 persen. Dipastikan bisa selesai September 2009.(supriyantho khafid/lomboknews)


