MATARAM – Tingginya konsumsi mie dan sayur kelor menjadi komoditas dominan penyebab inflasi bulan Oktober 2008 di kota Bima. Sumbangan inflasi yang disebabkan mie di urutan pertama mencapai 0,36 persen dan daun kelor di urutan ke-8 sebesar 0,03 persen.
Penegasan mie dan daun kelor sebagai penyebab inflasi sudah dikonfirmasi ulang ke kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Bima oleh Kepala Kantor Wilayah BPS Nusa Tenggara Barat Mariadi Mardian. ‘’Memang orang Bima suka makan mie dan daun kelor,’’ ujar Mariadi yang juga orang Bima tapi telah 15 tahun meninggalkan daerahnya.
Di Bima, inflasi selama Oktober 2008 kemarin mencapai 0,66 persen. 10 komoditas penyebab inflasi tertinggi selain mie dan daun kelor adalah kasur, bahan bakar rumah tangga (BBRT), daging ayam ras, tomat sayur, kangkung, jeruk, sate dan kacang panjang. Inflasi selama 10 bulan terakhir telah melewati dua digit menjadi 14,23 persen.
Adapun inflasi di kota Mataram selama bulan Oktober 2008 kemarin mencapai 0,28 persen yang disebabkan 10 komoditas tertinggi yaitu BBRT, beras, daging sapi, tongkol pindang, jeruk, tomat sayur, apel, kelapa, salak dan mie. Inflasi Januari-Oktober di Mataram sudah mencapai 12,31 persen.
Inflasi gabungan kota Mataram dan kota Bima bulan Oktober 2008 sebesar 0,36 persen. Tetapi selama 10 bulan terakhir Januari-Oktober 2008 inflasi gabungan kedua kota tersebut 12,71 persen.(supriyantho khafid/lomboknews)


