MATARAM - Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Serinata melakukan mogok makan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Mataram, sejak Senin (27/10) malam. Ini adalah bentuk perlawanan terhadap tindakan sewenang-wenang Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB yang menahannya.
MATARAM – Gara-gara musim selametan para calon jemaah haji (CJH), harga daging sapi melambung di Mataram dan sekitarnya melambung hingga Rp80 ribu per kilo. Kebutuhan meningkat sampai 25 persen dari rata-rata harian normalnya di dalam kota Mataram saja sebanyak 32 ekor. Biasanya, pada hari besar Islam mencapai 40-100 ekor seharinya. Suplai sapi potong ke luar daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) juga sedang berlangsung. Diperkirakan kebutuhan daging sapi hingga hari terakhir keberangkatan JCH atau bahkan hingga lebaran Idul Adha (hari raya Qurban) sebulan mendatang.
JAKARTA - Kepala Staf Teknis Urusan Haji di Jeddah Nursamad Kamba mengatakan, bagi jemaah haji yang letak pondokannya di Mekkah berjarak lebih dari 1,4 km akan disediakan shuttle bus untuk mengangkut jemaah ke Masjidil Haram pergi-pulang.
MATARAM – Lalu Serinata, mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2003-2008 ditahan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB sebagai tersangka dugaan korupsi APBD NTB 2003 sewaktu menjabat ketua DPRD NTB. Ia diduga melakukan penyimpangan penggunaan anggaran pilkada 2003 sebesar lebih Rp10 miliar.
MATARAM – Proses dan biaya perizinan di Indonesia sangat lama dan mahal. Untuk investasi, diperlukan waktu rata-rata sampai 100 hari bahkan ada yang 300 hari dan pembiayaannya mencapai 78 persen atau US $ 1.800 dari pendapatan per kapita penduduk (PPKP) sekitar US $ 2.000. Padahal, berdasarkan laporan tahunan Bank Dunia, di Singapura, proses perizinan hanya membutuhkan waktu kurang dari seminggu dan biayanya sekitar satu persen dari PPKPnya.
MATARAM - Kini, sejak tumbuh berkembangnya usaha budi daya mutiara, telah menjadikannya sebagai ikon Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB). Sejak akhir 1990 memang bermunculan pengusaha industri kerajinan perhiasan mutiara yang utamanya diminati oleh kalangan kaum berada. Ini terjadi setelah munculnya wisatawan nusantara maupun mancanegara yang menjadikan belanja perhiasan mutiara sebagai salah satu rencana pelesirannya di Mataram.