MATARAM – Gara-gara musim selametan para calon jemaah haji (CJH), harga daging sapi melambung di Mataram dan sekitarnya melambung hingga Rp80 ribu per kilo. Kebutuhan meningkat sampai 25 persen dari rata-rata harian normalnya di dalam kota Mataram saja sebanyak 32 ekor. Biasanya, pada hari besar Islam mencapai 40-100 ekor seharinya. Suplai sapi potong ke luar daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) juga sedang berlangsung. Diperkirakan kebutuhan daging sapi hingga hari terakhir keberangkatan JCH atau bahkan hingga lebaran Idul Adha (hari raya Qurban) sebulan mendatang.
Di pasar tradisional Dasan Agung harga daging sapi di Mataram yang semula hanya berkisar Rp50 ribu perkilo menjadi Rp65 ribu. Sedangkan di toko swalayan-supermarket malah mencapai Rp80 ribu. Adanya peningkatan kebutuhan tersebut, juga dikawatirkan terjadinya penyimpangan pemotongan gelap di luar rumah pemotongan hewan (RPH). ‘’Kami harus terus memantau,’’ ujar Kepala Dinas Peternakan NTB Drh. Abdul Samad sewaktu dikonfirmasi LombokNews, Selasa (28/10) pagi.
Secara terpisah dihubungi di rumahnya, Kepala Seksi Pengamatan, Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan Dinas Pertanian Mataram Drh.Riyan Riyatmok mengatakan tiga hari terakhir ini memang terjadi peningkatan harga. Banyak kebutuhan daging sapi antar kota kabupaten di Lombok sesuai hari pasaran ternak. ‘’Yang dari Lombok Timur bisa cari sapi ke Mataram. Juga adanya suplai ke Jawa,’’ kata Riyan juga kepada LombokNews
Setiap tahunnya NTB menyuplai sapi potong ke Jakarta dan seluruh provinsi di Kalimantan. Kalau bulan biasa sekitar 200 ekor, memasuki puasa dan lebaran meningkat menjadi 500 ekor. Dari empat kabupaten kota di pulau Sumbawa, secara rutin tersedia bahan baku stok lokal daging sapi. Setiap tahunnya, dari setiap kabupaten mampu menyuplai sebanyak 2.000-3.500 ekor. Setahun terakhir, NTB menghasilkan 53.000 ekor sapi bibit dan 13.000 ekor kerbau bibit. Sedangkan sapi potong setahunnya 55.000 ekor dan 15.400 ekor kerbau potong.(supriyantho khafid)


