Lombok Sumbawa Online
Jual Fiber Optic Link IIX untuk Seluruh Indonesia
FULL FO sampai pelanggan, cocok untuk korporat, game online, isp dll.
tarif: 1 Mbps=13jt, 2Mbps=15jt, 4Mbps=20jt, 6mbps=26jt, 10Mbps 35jt per-bulan.
kami juga menyediakan bandwidth internasional 10jt/Mbps per-bulan
info lebih lanjut hubungi : 081353570001
Google
 
Monday, 27 October 2008 • EKONOMI

MATARAM – Proses dan biaya perizinan di Indonesia sangat lama dan mahal. Untuk investasi, diperlukan waktu rata-rata sampai 100 hari bahkan ada yang 300 hari dan pembiayaannya mencapai 78 persen atau US $ 1.800 dari pendapatan per kapita penduduk (PPKP) sekitar US $ 2.000. Padahal, berdasarkan laporan tahunan Bank Dunia, di Singapura, proses perizinan hanya membutuhkan waktu kurang dari seminggu dan biayanya sekitar satu persen dari PPKPnya.

Karena lambatnya proses tersebut, Indonesia hanya berada di tingkat 128 dari 180 negara. Apalagi persaingan semakin ketat dilakukan oleh negara tetangga seperti Filipina, Malaysia, Thailand, Vietnam. ‘’Reformasi di birokrasi sangat lambat dibanding reformasi hukum, hubungan sipil militer dan dwi fungsi,’’ kata pengajar ekonomi Universitas Indonesia Dorodjatun Kuntjoro-Jakti sewaktu berbicara dalam ceramah umum di depan para pejabat Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat NTB), Senin (27/10) siang tadi.

Karenanya, ia yang juga Komisaris Utama Garuda Food dan juga Komisaris Utama Bank Tabungan Pensiunan Nasional – keduanya menjalankan usahanya di NTB, meminta proses perizinan di NTB dipercepat. ‘’Semua petani mengeluh kepada saya,’’ ujarnya.. SIUP (surat izin usaha perdagangan) tergantung IMB (izin mendirikan bangunan) padahal tanahnya tidak memiliki sertifikat. Tidak adanya IMB juga menyebabkan tidak dapat memperoleh fasilitas pinjaman bank yang memerlukan agunan atau IMB untuk kepentingan aliran listrik.

Karenanya, ia meminta agar birokrasi menerapkan pelayanan satu atap agar proses perizinan cukup melalui satu pintu tidak berpindah-pindah mengurus izinnya. Menurutnya ada daerah yang cepat proses pelayanannya seperti Kabupaten Sragen sehingga menjadi sasaran investor untuk mengembangkan usahanya. Katanya melihat harga tanah yang semakin mahal di Jakarta dan membandingkan dengan Jawa Barat, maka Jawa Tengah semakin dipilih.(supriyantho khafid)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Recent Comments
» DHC MULAI BUKA POSKO RELAWAN PALESTINA
01/08/2009 04:18 am | 1 Comment
» PEMPROP NTB BANTU DANA SKRIPSI 3.000 MAHASISWA
01/07/2009 04:20 pm | 3 Comments
» PERTUMBUHAN PENDERITA HIV/AIDS NTB 5 BESAR NASIONAL
01/06/2009 04:33 pm | 1 Comment
» ENAM TAHUN ANTRIAN CALON JEMAAH HAJI NTB
01/05/2009 02:27 pm | 1 Comment
» GUBERNUR NTB PIMPIN AKSI SOLIDARITAS UNTUK PALESTINA
01/05/2009 01:08 pm | 2 Comments
Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com | busby seo challenge