Lombok Sumbawa Online

Jual Link/Bandwidth IIX & Internasional Utk Seluruh Indonesia
call. 081-3535-70001 www.andira.co.id
Google
 
Friday, 24 October 2008 • DAERAH

MATARAM – Sembilan jembatan untuk membuka isolasi ruas jalan provinsi di selatan Sumbawa senilai lebih Rp100 miliar hibah tahap pertama Pemerintah Jepang selesai dibangun. Masih ada 15 unit lagi yang harus dibangun tahap kedua, tetapi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara diminta untuk menanggulangi sendiri pembiayaan enam jembatan yang bentangannya di bawah 21 meter.

Konsultan Japan Internasional Cooperation Agency (JICA) Iraghasi melaporkan selesainya jembatan di ruas jalan provinsi selatan Sumbawa kepada Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Madjdi, Jum’at (24/10) pagi. ‘’Mereka datang melaporkan selesainya jembatan tahap pertama. Untuk tahap kedua diminta membiayai sendiri yang enam jembatan,’’ kata Zainul Madjdi kepada wartawan, Jum’at (24/10) siang.

Jembatan yang dibutuhkan untuk membuka isolasi jalan sepanjang 80 kilomter antara Sejorong, Tatar dan Lunyuk itu hasil hibah Pemerintah Jepang tersebut, dibiayai dan dikerjakan sendiri oleh kontraktor Jepang. ‘’Ini sepertinya dibuat di Jepang dan dipindahkan ke sini,’’ ujar Zainul menyebutkan proyek jembatan untuk membuka isolasi selatan pulau Sumbawa tersebut. Jembatan tersebut ada diantaranya yang lima unit biayanya mencapai Rp80 miliar.

15 unit jembatan yang menjadi hibah Pemerintah Jepang tersebut memiliki bentangan hingga 35 meter tanpa tiang tengah untuk penyanggah. Lebarnya mencapai enam meter tapi ada diantaranya yang alasan teknis lebarnya hanya bisa 4,5 meter.

Zainul Madjdi sendiri menyanggupi akan mengupayakan perolehan dana APBD NTB 2009 maupun APBN untuk dibangunnya enam jembatan yang tidak ditanggung Jepang. Juga diupayakan dibukanya jalur utara Kabupaten Bima mulai dari Jatibaru lewat Wera ke Sape.(supriyantho khafid)

3 Comments »
  • Segala sesuatu kalau di kerjakan orang Jepang,Insya Allah akan tahan lama ,karena prinsip orang Jepang yang selalu menjunjung tinggi kualitas .Seharusnya DepPU mengambil pelajaran bagaimana mengerjakan proyek infrastruktur dengan benar,tidak seperti sekarang terjadi ,hampir semua proyek infrastruktur di kerjakan asal -asalan oleh rekanan yang sudah setor upeti ke pejabat biar tidak ada inspeksi dan pengawasan.Alhamdulillah saya hidup di Jepang dengan segala infrastrukturnya yang lengkap dan bermutu tinggi.Semoga Tuan Guru tergerak hatinya untuk meminta masukan dari kontraktor2 Jepang yang sedang mengerjakan proyek di NTB,sebagai bahan pertimbangan untuk peningkatan mutu proyek2 infrastruktur di NTB dimasa yang akan datang,amin.

    Comment by helmi Z — October 24, 2008 @ 9:28 pm

  • Ini merupakan pekerjaan berat bagi kita semua untuk mengusut praktek Korupsi yg terselubung ini. Bagaimana kita berharap kontraktor bekerja dengan benar dan sesuai aturan. karena dari aturan awal saja mereka kalau dapat proyek harus setor ke pemilik proyek 10% dan ke LSM tertentu 10% juga….dengan catatan mereka aman dari inspeksi dan obok-obok dari LSM tertentu…

    Ini sudah jadi rahasia umum namun sulit utk di buktikan….

    Comment by wawe — November 4, 2008 @ 10:31 am

  • bagaimana kalau anda saja yg membuktikan karna mungkin anda sudah punya data survey sebelumnya, saya sangat mendukung itu, kalo perlu sampai dihukum mati aja koruptornya
    tetap semangat….

    Comment by JS — November 4, 2008 @ 11:10 am

  • Leave a comment








    Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com