Lombok Sumbawa Online

Jual Link/Bandwidth IIX & Internasional Utk Seluruh Indonesia
call. 081-3535-70001 www.andira.co.id
Google
 
Tuesday, 21 October 2008 • HANKAM

MATARAM - Dua orang polisi dipecat oleh Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) Brigjen Surya Iskandar. Surat keputusan sudah ditanda tangani, Selasa (21/10). Seorang diberhentikan tidak dengan hormat, anggota Satuan Brimob Baraka Burhanudin karena melakukan pencurian sepeda motor dan penganiayaan. Sedangkan seorang lainnya, anggota Kepolisian Sektor Huu Kepolisian Resort (Polres) Dompu Bripka Ponidi karena masalah pidana ilegal loging.

Kepala Polda NTB Brigjen Pol Surya Iskandar mengemukakan adanya pemecatan tersebut sewaktu silaturahim dengan wartawan di Mataram, Selasa (21/10) siang. ”Yang diberhentikan dengan hormat karena usianya menjelang pensiun,” katanya.

Surya Iskandar juga meminta Kepala Polres Lombok Barat menahan selama 21 hari Briptu Andri yang mabuk di kafe Asik Ampenan. Andri yang meskipun menderita cedera akibat dianiaya menggunakan botol minuman oleh orang lain, tetapi dinyatakan bersalah ikut mabuk-mabukan. ”Masuk tempat hiburan tidak dilarang, Yang dilarang adalah melakukan pelanggaran,” ujarnya.

Ketika dikonfirmasi adanya seorang anggota polisi di Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat yang diduga membawa lari uang Rp1 miliar milik keluarganya dan raibnya barang sitaan pakaian bekas sebanyak empat truck di Polda NTB, ia belum dapat memberikan konfirmasinya dan berjanji untuk mengusutnya.(supriyantho khafid)

3 Comments »
  • Bagaimana negara bisa aman sedangkan orang yang bertugas mengamankan dan menjaga negara berprilaku pencuri, malah dia sendiri yang diamankan.kapan ya para pengawal dan penjaga perdamain itu bisa dipercaya?????

    Comment by muhammad asy syanawi — October 22, 2008 @ 8:29 am

  • Untuk masuk Brimob harus sedia sekurang2nya 75 juta. Kapan modal balik kalau hanya mengandalkan gaji? Ketentuan seperti ini pasti tidak tertulis di dalam manual pengangkatan, tapi siapa yang tidak tahu ini? Kapolri tidak tahu? Berarti dia tidak memiliki firasat intelejen yang baik. Selama proses rektruitment masih kental dengan suap dan KKN, sampai kapanpun kita tidak akan mendapatkan pelindung masyarakat yang professional dalam memberi rasa aman, malah sebagian menjadi pagar makan tanaman.

    Comment by Arya Karangsovak — October 23, 2008 @ 1:30 pm

  • polisi sialan!!

    Comment by mataram — October 24, 2008 @ 9:55 am

  • Leave a comment








    Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com