MATARAM – Para calon jamaah haji Nusa Tenggara Barat (Calhaj NTB) harus menambah pembiayaan operasional keberangkatan dan kepulangannya melalui embarkasi antara Bandara Juanda di Surabaya dari Mataram. Besarnya biaya yang dipungut Rp2,180 juta per orang. Perjalanan mereka sendiri juga disubsidi Pemerintah Provinsi NTB sebesar Rp800 juta untuk biaya airport tax, konsumsi, keamanan dan pemantauan petugas di bandara embarkasi.
Biaya tambahan Rp2,18 juta tersebut untuk keperluan transportasi pergi pulang ke bandara embarkasi Juanda, catering, dan porter. Pembiayaan resmi ke Departemen Agama sebesar US $ 3.430 yang berdasar kurs hari terakhir 10 September lalu Rp9.372 ditambah biaya operasional dalam negeri Rp501.000 atau jumlah keseluruhan dalam rupiahnya Rp32.646.960.
Adanya tambahan tersebut dikemukakan Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama NTB Lalu Suhaimi Izmy kepada LombokNews di kantornya, Jum’at (10/10) siang. ‘’Pembiayaan jamaah haji sudah disubsidi dana APBD,’’ katanya.
4.503 orang calon haji NTB yang sampai hari ini penyelesaian paspornya baru 90 persen akan diberangkatkan menggunakan Saudia Arabia Airlines dari Surabaya dalam 10 kelompok terbang (kloter) utuh dan satu kloter campuran, 8-30 Nopember mendatang. Masing-masing kloter sebanyak 450 orang termasuk lima orang petugas. ‘’Tetapi rincian jadwal daerah kabupaten – kotanya masih menunggu penetapan di Jakarta,’’ ujarnya. Jadwal penetapan maktab dan rumah 17-18 Oktober mendatang.
Hanya saja diingatkannya, agar para calhaj NTB siap mental dan fisik karena kemungkinan jauhnya maktab yang diperoleh utamanya di Mekah. Kalau selama ini jarak terjauhnya tiga kilometer dari Masjidil Haram maka kali ini bisa mencapai tujuh kilometer.(supriyantho khafid)


