Lombok Sumbawa Online
Jual Fiber Optic Link IIX untuk Seluruh Indonesia
FULL FO sampai pelanggan, cocok untuk korporat, game online, isp dll.
tarif: 1 Mbps=13jt, 2Mbps=15jt, 4Mbps=20jt, 6mbps=26jt, 10Mbps 35jt per-bulan.
kami juga menyediakan bandwidth internasional 10jt/Mbps per-bulan
info lebih lanjut hubungi : 081353570001
Google
 
Wednesday, 8 October 2008 • DAERAH

MATARAM - Acara tahunan tradisi lebaran Topat (hari raya ketupat) khas masyarakat Sasak Lombok akan berlangsung sepanajng Rabu (8/10) siang ini, di berbagai tempat di Lombok. Diperkirakan puluhan ribu orang akan memadati jalanan sepanjang pantai barat mulai dari Ampenan hingga Senggigi. Mereka berdatangan dari berbagai desa se pulau Lombok, santai di pinggir pantai setelah melakukan ziarah di makam-makam yang dikeramatkan sebagai makam tokoh-tokoh Islam.

Tradisi rakyat sebagai event budaya ini untuk membagi kerumunan warga oleh Pemerintah Kota Mataram akan dipusatkan di tiga lokasi yaitu pertama di makam Loang Baloq yang dihadiri oleh Walikota Mataram Moh.Ruslan. Di lokasi kedua, makam Bintaro oleh Wakil Walikota Ahyar Abduh dan ketiga di eks Pelabuhan Ampenan diselenggarakan panggung terbuka hiburan terbuka sepanjang hari.

Di Kabupaten Lombok Barat, sebagai tahun-tahun sebelumnya, diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat di Pantai Batu Layar yang mengundang Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Madjdi dan para wisatawan mancanegara yang berlibur di Senggigi. Kali ini adalah lebaran topat ke-18 yang dirayakan menjadi major event kepariwisataan, penyebaran lokasi dilakukan di berbagai kawasan wisata pantai mulai dari Sire dan Medana Tanjung di utara, Senggigi di tengah barat, Induk dan Cemara Tebel Gerung di selatan dan Taman Narmada, Suranadi dan Sesaot di timur. Acara yang akan dipimpin oleh Wakil Bupati Izul Islam pukul 10.00 Waktu Indonesia Tengah diawali dengan ziarah makam Batu Layar, dzikir dan doa. ”Ini kekayaan budaya yang patut dipertahankan dan dikembangkan sebagai potensi wisata budaya,” kata Basirun Anwar - Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Lombok Barat kepada LombokNews, Rabu (8/10) pagi.

Tradisi masyarakat berlebaran topat semula memang hanya datang bersenang-senang di pinggir pantai setelah melakukan ziarah ke makam yang dianggap keramat. Ada makam Anak Tiwuk di Teluk Lembar, makam penyebar Islam Gaos di Loang Balok yang mati terbunuh oleh orang yang tidak mau menerima ajaran Islam yang dibawanya, makam Bintaro di pantai Ampenan yang merupakan kubur ulama-ulama Islam dan tokoh pejuang Saleh Sungkar, makam Batu Layar yang sebenarnya merupakan tempat mendaratnya Sayid Duhri Al Haddad Al Hadrami sekitar abad 17 dan kubur istrinya sebagai makam penyebar Islam di Lombok yang letaknya pada ketinggian 30 meter di atas permukaan laut yang berada di depannya. Di daerah paling utara Lombok Barat ini ada pula makam Medana di Tanjung yang semasa hidupnya Amaq Dana dikenal sebagai orang yang berjasa dan dermawan.

Masyarakat sendiri dalam kunjungan ziarah melakukan zikir dan berdoa. Ada pula yang memiliki hajat Nguris Rambut anak bayinya disertai Zikir Serakal (membacakan lagu pujian kepada Nabi Muhammad yang diambil dari Kitab Al Barzanji. Seusai serakal lalu dilanjutkan dengan menyimbik yaitu menorehkan pada dahi, siku tangan, lutut dan ibu jari kanan menggunakan kunyahan kapur, buah pinang dan daun sirih yang sebelumnya diletakkan di atas kubur makam yang dianggap keramat. Di sana pula air rendaman bunga rampe digunakan untuk menyuci muka anak yang dihajatkan. Seusai acara inilah mereka kemudian makan ketupat bersama.(supriyantho khafid)

3 Comments »
  • Salah satu tanda di terimanya amal ibadah kita di bulan ramadhan adalah bertambahnya ketaatan yang kita lakukan setelah ramadhan,sholat dengan berjamaah tetap di jaga,puasa sunnah jalan terus,kepedulian terhadap fakir miskin meningkat,kesadaran untuk berpolitik dengan sopan&islami juga tumbuh di dalam jiwa,penerapan terhadap warisan2 rosululloh meningkat,kegiatan2 yang berbau syirik,bid’ah&khurapat sedikit demi sedikit di tinggalkan tapi alangkah bagusnya kalau langsung di hentikan.
    Kita patut bersyukur pada Alloh karena telah mengirim orang2 yang bersedia menyebarkan islam ke bumi sasak ini,ucapan terima kasih kita itu kita wujudkan dengan cara kita mendo’akan agar mereka2 mendapat rahmat &ampunan alloh swt,bukn dengan bertandan ke kuburan mereka & melkukan ritual2 yang pada dasarnya banyak dilakukan oleh pemeluk2 agama sebelum islam datang di sasak ini.
    Islam tidak mengharamkan ziarah kubur,bahkan sunnah hukum nya bagi laki2,sedangkan untuk wanita masih ada perbedaan pendapat para ulama namun yang penting saat ziarah kubur adalah untuk mengingat MATI bukan untuk tujuan yang lain.
    Ikut berperan dalam melestarikan budaya yang bertentangan dengan ajaran2 dasar islam adalah bentuk”ta’awanu ‘ala alitsmi wal ‘udwan”yang di larang dalam ajaran islam,walau dengan alasan pariwisata sekalipun karena yang namanya dosa tetap dosa walau di bungkus dengan apapun,klu darurat bab nya lain.
    Membaca solawat atas nabi Muhammad saw adalah bentu kecintaan kita kepada beliau,bahkan kita di sebut kikir bila nama beliau di sebutkan,kita tidak bershalawat,namun alangkah indahnya kita bershalawat dengan teks2 shalawat yang di ajarkan beliau,kala kita bershalawat alloh swt mengembalikan nyawa beliau untuk menjawab salawat kita,bahagia sekali kita di jawab oleh rosul,tap jika sholawat2 yang kita baca itu banyak berisi puji2ian yang berlebihan apalagi yang isinya kesyirikan maka akan mendatangka dosa,seperti yang ada pada burdah al busyairi yang banyak di baca oleh sebagian kalangan kaum muslimin,cobalah isi barzanji di teliti oleh ulama2 kita atau tanya ama pak gubernur.

    Comment by kariem — October 8, 2008 @ 10:45 am

  • yupe, i do agree with the above comment, saya juga tidak setuju dg acara ngurisang di kuburan, apalagi dg bunga2 rampe sgala, tdk ada tuntunannya dari nabi, mending kita rame rame nari gandrung di pantai kan asyik, tidak ada bau bid’ahnya, itu kan pariwisata jg, atawa acara2 rudatan, tari saman, dan masih bnyk lagi.
    I love lombök so much.

    Comment by H. Muhyin — October 9, 2008 @ 8:17 am

  • i love lombok so much too, cuma sayang kenapa orang2 nya tidak pernah sadar dan paham mengenai sampah dan bagaimana membuangnya. setiap ada acara/hajatan yang ada di public area seperti pantai,pasti setelah acara area itu menjadi lautan sampah baik itu bungkus makanan, plastik,dll. kenapa harus begitu terus.
    siapa yang salah????

    Comment by CM — October 10, 2008 @ 11:53 am

  • Leave a comment








    Recent Comments
    » DHC MULAI BUKA POSKO RELAWAN PALESTINA
    01/08/2009 04:18 am | 1 Comment
    » PEMPROP NTB BANTU DANA SKRIPSI 3.000 MAHASISWA
    01/07/2009 04:20 pm | 3 Comments
    » PERTUMBUHAN PENDERITA HIV/AIDS NTB 5 BESAR NASIONAL
    01/06/2009 04:33 pm | 1 Comment
    » ENAM TAHUN ANTRIAN CALON JEMAAH HAJI NTB
    01/05/2009 02:27 pm | 1 Comment
    » GUBERNUR NTB PIMPIN AKSI SOLIDARITAS UNTUK PALESTINA
    01/05/2009 01:08 pm | 2 Comments
    Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com | busby seo challenge