MATARAM – Meskipun daya yang dihasilkan kecil, Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Lombok bisa mengurangi ketergantungan dari bahan bakar minyak. Potensinya bisa dikembangkan sesuai sumber daya lingkungan, dapat mendukung kebutuhan daya PLN melalui interkoneksi. Karena itu, PLTMH di Lombok akan dijadikan model pengelolaan intekoneksi dengan PLN.
Keberadaan PLTMH diperhitungkan memiliki nilai tambah keuangan yang bisa diperoleh pengelola PLTMH dan masyarakat pengguna listriknya. ‘’Karenanya, PLTMH di Lombok akan dijadikan model interkoneksi PLN,’’ ujar Kepala Bidang Geologi dan Sumber Daya Mineral Muhammadin yang sebelumnya menjabat Kepala Sub Dinas Mineral dan Energi Dinas Pertambangan dan Energi Nusa Tenggara Barat, Selasa (7/10).
PLTMH pertama yang dimanfaatkan kelebihan daya listriknya oleh PLN adalah PLTMH Lantam yang dibangun menggunakan dana APBN sebesar Rp2,1 miliar. Memiliki daya sebesar 120 Kwh tapi baru digunakan masyarakat pada beban puncak sebesar 35 Kwh. Karenanya PLN akan menggunakan daya koperasi tersebut 35 Kwh yang dibelinya dalam sehari 422 Kwh atau sebulan 12.660 Kwh atau setahun 154.030 Kwh. PLN membayar KSU sebesar Rp6,7 juta sebulan atau Rp82 juta setahun di luar tagihan langsung yang didapat dari pelanggan warganya sendiri.
Menurut Muhammadin, pengembangan PLTMH sebagai pilihan karena di Lombok dan Sumbawa tidak adanya energi fosil. Muhamaddin menyebutnya sebagai terobosan untuk memberikan nilai tambah kepada masyarakat. Sebelumnya, sudah ada PLTMH Sedau I dan Sedau II yang melayani 1.000 kepala keluarga sejak 1990. Lainnya, di Desa Santong Lombok Barat yang menghasilkan 850 Kwh namun belum dilakukan interkoneksi dengan PLN.
Sebelumnya, Ketua Koperasi Milih Maju Nurjanah yang mengelola PLTMH Lantan di Dusun Pondok Gelang Aik Berik Mantang Lombok Tengah mengatakan pelanggan listrinya sebanyak 240 kepala keluarga di tujuh dusun. Setelah ada PLTMH, ada kemajuan ekonomi. Pasca panen, perempuan pembuat makanan ringan seperti keripik dapat dimudahkan mengemas bungkusan plastiknya. ‘’Sangat bersyukur ada perubahan,’’ ucapnya.(supriyantho khafid)

