MATARAM – Setelah Muhammad Zainul Madjdi – Badrul Munir terpilih dan dilantik sebagai pasangan Gubernur – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2008-2013, program pelayanan kesehatan dasar gratis diberlakukan. Usulan pembiayaannya ditanggung Pemerintah Provinsi NTB dan tanggung renteng dengan Pemerintah Kota-Kabupaten sudah diajukan dalam APBD 2009 ke DPRD NTB.
Sesuai hasil asistensi GTZ (Deucthe Gesellscaft fur Technische Zusammenarbeit) lembaga non pemerintah asal Jerman, 279.801 jiwa warga miskin diberikan pelayanan gratis rawat jalan, rawat inap, persalinan baik di puskesmas maupun rujukan ke rumah sakit. Bahkan 1,721.271 jiwa non miskin yang juga belum memiliki jaminan kesehatan juga diberikan gratis di puskesmas. Warga dari daerah se NTB yang sedang di Mataram menderita sakit pun bisa mendapatkan pelayanan gratis. ‘’Kami menyediakan portabilitas,’’ ujar Zainul Madjdi kepada wartawan, seusai rapat paripurna DPRD NTB yang membahas perubahan APBD 2008.
Adanya portabilitas tersebut dirancang agar menguntungkan warga daerah di NTB yang memiliki mobilitas tinggi. Untuk menanganinya dibentuk Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan baik di tingkat Kabupaten-Kota se NTB maupun tingkat Pemprov NTB. Sebelumnya, menanggapi kata akhir fraksi Partai Bintang Reformasi di DPRD NTB, Zainul Madjdi mengemukakan sudah dilakukan pembahasan pelayanan kesehatan tersebut. ‘’Sudah disiapkan skema pembiayaannya,’’ ujarnya.
Guna pelayanan gratis ini, khusus warga miskin, dibutuhkan dana sebesar Rp16,788 miliar yang akan ditanggung oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB Rp6,715 miliar dan sembilan kota-kabupaten sebesar Rp10,072 miliar. Sedangkan untuk non miskin yang belum memiliki jaminan kesehatan, dibutuhkan dana Rp38,542 miliar yang mampu ditanggung Pemkot dan Pemkab sebanyak Rp11,22 miliar ditambah dana APBN untuk obat Rp8,93 miliar dan kekurangannya Rp16,3 miliar masih akan dicarikan sumber pembiayaannya.(supriyantho khafid)


