MATARAM - Majelis Taklim dan Dakwah Fizilalil Qur’an di Narmada aman membagikan beras santunan untuk 2.000 paket masing-masing kepada kaum duafa di desa sekitarnya, Jum’at (26/9) sore. Meskipun tanpa mengerahkan polisi untuk mengamankannya, santri dari Pondok Pesantren Nurul Haramain (Ponpes NH) bisa menyalurkan sedekah dari para dermawan di Mataram tersebut tanpa keributan setelah pengajian.
Pembagian santunan beras dan khusus warga lingkungan Ponpes NH berupa sarung, dilakukan dengan terlebih dahulu mendengarkan pengajian dari Tuan Guru Haji Mahally Fikri - pimpinan di sana. ”Sebelumnya sudah kami berikan kupon kepada yang berhak,” katanya, untuk ketertibannya. Karenanya, warga tidak datang saling berebut.
Menurutnya, pemberian santunan tersebut merupakan penyaluran pemberian dari dermawan diantaranya sore itu yang datang dua orang anggota DPR RI asal NTB Mesir Suryadi (Golkar) dan Edy Jauzi (PPP). Kegiatan penyaluran masih akan berlanjut sampai habisnya dana yang diperolehnya.
Ketua Fraksi PPP DPRD NTB Hasmi Hamsyar di sela rapat paripurna perubahan APBD 2008, Sabtu (27/9) siang mengatakan lembaga Badan Amil Zakat Infaq Sedekah (Bazis) hendaknya mengambil peran yang baik terhadap adanya pemilik harta yang ingin memberikan sedekahnya kepada fakir miskin. ‘’Tunjukkan perannya seperti pelaksanaan hewan kurban,’’ ujarnya. Karenanya, ia menyatakan tidak setuju apabila pemilik harta dijadikan tersangka akibat jatuh korban meninggal 21 orang di Pasuruan. Semestinya, Bazis mengambil peran untuk penyerahan yang benar.(supriyantho khafid)


