MATARAM – Untuk pertama kalinya di Nusa Tenggara Barat (NTB). Daya listrik milik koperasi dibeli oleh PLN untuk menambah daya yang tersedia di Lombok. Kelebihan 35 kilowatthour (Kwh) daya listrik yang dihasilkan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro milik Koperasi Serba Usaha (KSU) Milih Maju di Desa Lantam Kabupaten Lombok Tengah dibeli dan disinergikan dalam inter koneksi jaringan PLN.
Kesepakatan jual beli kelebihan daya listrik tersebut dilakukan di Mataram oleh General Manager PLN Wilayah NTB Iwan Bachtiar dengan Ketua KSU Milih Maju Nurjanah di Mataram, Kamis (25/9) siang. ‘’Walaupun kecil, nantinya bisa menghemat penggunaan solar PLN,’’ kata Iwan. Sebab, masih ada 10 PLTMH lainnya di pulau Lombok dan juga di pulau Sumbawa yang rata-rata memiliki kapasitas daya listrik masing-masing 120 Kwh.
PLTMH Lantam yang dibangun menggunakan dana APBN sebesar Rp2,1 miliar tersebut memiliki daya sebesar 120 Kwh tapi baru digunakan masyarakat pada beban puncak sebesar 35 Kwh. Karenanya PLN akan menggunakan daya koperasi tersebut 35 Kwh yang dibelinya dalam sehari 422 Kwh atau sebulan 12.660 Kwh atau setahun 154.030 Kwh. PLN akan membayar harga listrik dari PLTMH Lantam itu Rp533 per kwh walaupun harga jual listrik PLN kepada pelanggannya Rp450. Tetapi harga jual tersebut disubsidi oleh pemerintah dan keuntungan PLN adalah penghematan penggunaan solar. KSU bisa memperoleh pendapatan Rp6,7 juta sebulan atau Rp82 juta setahun di luar tagihan langsung yang didapat dari pelanggan warganya sendiri.
KSU Milih Maju sejak setahun terakhir memanfaatkan potensi sungai Aik Berik menghasilkan daya listrik sebesar 120 Kwh. Sudah dimanfaatkan oleh 240 kepala keluarga langsung dan dibagi masing-masing kepada tiga orang KK lainnya yang ikut menikmati aliran listriknya.
Kepala Desa Lantam Nahrudin yang juga mantan Ketua KSU Milih Maju sebelum digantikan oleh istrinya sendiri Nurjanah, menjelaskan adanya pemanfaatan listrik oleh PLN tersebut bisa menambah hasil untuk kepentingan biaya pemeliharaan. Adanya listrik di desa yang terpencil tersebut, memberikan nilai ekonomis masyarakatnya. ‘’Mereka bisa membungkus kripiknya menggunakan alat listrik,’’ ucapnya.(supriyantho khafid)


