Lombok Sumbawa Online
Jual Fiber Optic Link IIX untuk Seluruh Indonesia
FULL FO sampai pelanggan, cocok untuk korporat, game online, isp dll.
tarif: 1 Mbps=13jt, 2Mbps=15jt, 4Mbps=20jt, 6mbps=26jt, 10Mbps 35jt per-bulan.
kami juga menyediakan bandwidth internasional 10jt/Mbps per-bulan
info lebih lanjut hubungi : 081353570001
Google
 
Wednesday, 24 September 2008 • DAERAH

MATARAM - Namanya menu khas Lombok ini Pelecing Kangkung. Sebenarnya bukan khas untuk makanan di bulan Ramadhan. Tapi merupakan menu umum sehari-hari orang Sasak di Lombok. Namun, bagi warga Lombok, utamanya perempuan Sasak, ternyata Pelecing Kangkung ini tetap menjadi menu yang tidak bisa dilewatkan oleh sebagian warga di Lombok.

Setidaknya, seorang warga Kelurahan Pagutan di Mataram, Fairuzzabadi. Pembuka selera makan dengan rasa pedas. ”Ngempet elor lamun gitak pelecing,” ujarnya yang berarti sampai keluar air liur kalau melihat pelecing kangkung ini.

Bahannya terdiri dari kangkung, busbusan (tauge) dan jambah (kacang ijo yang direndam air dingin semalaman). Untuk pelengkap diberikan sambal Nyiuh (kelapa yang dibakar terlebih dahulu kemudian diparut atau dioseng supaya tahan lama beberapa jam). Sambal Pelecing dibuat dari bahan terasi, lombok, tomat dan garam.

Lainnya, menu yang mirip adalah Serebuk (urap). Bahannya kacang panjang, busbusan (tauge), kendokak (kecipir), paku (pakis). Ada juga pakai sayur-sayuran lain seperti kol (kubis) atau daun turi. Bumbunya sambal kelapa. Waktu disajikan ditaburi Embe (bawang goreng) untuk menambah nikmatnya.

Nah, untuk berbuka puasa terlebih juga merupakan menu yang tidak dilupakan oleh warga di Lombok, adalah Penget atau Pulek yang bisa disebut juga sebagai kolak karena ditambahi kuah. Dibuatnya dari Ambon (ubi jalar) dan pisang, ditambahi kelapa yang diparut dan gula tapi tanpa kuah seperti kolak. Fairuzzabadi sendiri menganggap Penget sebagai makanan pilihan sebagaimana dianjurkan Nabi Muhammad SAW agar memakan yang manis.

Penget atau Pulek (juga kolak karena pakai kuah) ini yang banyak dijual dalam kantong-kantong plastik, tidak bisa tidak menjadi menu yang dipilih oleh Atik alias Usin, seorang perempuan di Kampung Pelita Kelurahan Dasan Agung. ‘’Saya tidak bisa minum es. Jadi tidak bisa tidak harus ada penget,’’ ujarnya.(supriyantho khafid)

1 Comment »
  • Meskipun sudah 60 tahun lebih, tetapi membaca tentang bagaimana itu makanan Pelecing disajikan membuat saya ngiler lagi, sayangnya saya sekarang pada usia lanjut tiba-tiba ditimpa penyakit alergi untuk lombok, jadi makan sesuatu yg ada cabenya untuk saya tak bisa lagi. Saya sebagai anak umur 6 tahun pernah tinggal di Praya, Mantang, Gawah Jepun, dan terachir sekitar umur 11an tinggal di Mataram, jadi melupakan Lombok tidak bisa, hanya makan lombok tidak bisa lagi. Saya diajar makan Pelecing oleh seorang tani di Gawah Jepun di lereng gunung Rinjani.Itulah!

    Comment by Robert Mentz — October 2, 2008 @ 7:57 pm

  • Leave a comment








    Recent Comments
    » DHC MULAI BUKA POSKO RELAWAN PALESTINA
    01/08/2009 04:18 am | 1 Comment
    » PEMPROP NTB BANTU DANA SKRIPSI 3.000 MAHASISWA
    01/07/2009 04:20 pm | 3 Comments
    » PERTUMBUHAN PENDERITA HIV/AIDS NTB 5 BESAR NASIONAL
    01/06/2009 04:33 pm | 1 Comment
    » ENAM TAHUN ANTRIAN CALON JEMAAH HAJI NTB
    01/05/2009 02:27 pm | 1 Comment
    » GUBERNUR NTB PIMPIN AKSI SOLIDARITAS UNTUK PALESTINA
    01/05/2009 01:08 pm | 2 Comments
    Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com | busby seo challenge