MATARAM – Meningkat suplai sapi potong dari Sumbawa Nusa Tenggara Barat (NTB) ke Jakarta dan seluruh provinsi di Kalimantan. Kalau bulan biasa sekitar 200 ekor, memasuki puasa dan lebaran kini meningkat menjadi 500 ekor. Tetapi untuk menyukupi konsumsi daging ayam, Dinas Peternakan NTB mengizinkan pengusaha mendatangkan 5-10 ton atau hingga 5.000 ekor dari Bali.
Pemenuhan suplai sapi potong tersebut berasal dari produksi sapi di pulau Sumbawa. Produksi sapi potong NTB setahun 55.000 ekor. Sebanyak 37.000 ekor untuk kebutuhan konsumsi di dalam daerah sendiri. ‘’Selebihnya surplus dikirim ke Jakarta dan Kalimantan,’’ kata Abdul Muthalib Kepala Dinas Peternakan NTB.
Dari empat kabupaten kota di pulau Sumbawa, secara rutin tersedia bahan baku stok lokal daging sapi. Setiap tahunnya, dari setiap kabupaten mampu menyuplai sebanyak 2.000-3.500 ekor.
Untuk lokal, saat ini harga sapi pedaging sudah meningkat menjadi Rp24 ribu perkilogram berat hidup. Biasanya sebelum lebaran harga sapi potong berkisar Rp18 ribu – Rp20 ribu perkilo. Kalau di pulau Sumbawa harga dagingnya mencapai Rp45 ribu – Rp48 ribu per kilo sebaliknya di Mataram Lombok melonjak Rp60 ribu perkilo daging kelas 1 dan rata-rata Rp55 ribu perkilo.
Setahun terakhir, NTB menghasilkan 53.000 ekor sapi bibit dan 13.000 ekor kerbau bibit. Sedangkan sapi potong setahunnya 55.000 ekor dan 15.400 ekor kerbau potong.
Untuk konsumsi lokal daging ayam sudah diantisipasi kenaikan produksi sampai 15-20 persen untuk ayam pedaging. Untuk itu suplai pasar dengan pasokan dari luar daging ayam beku supaya jangan sampai persediaan kurang 5-10 ton (5.000 ekor) dari Bali. Kini harganya daging bervariasi. Kalau sebelumnya harganya Rp22-23 ribu sekarang mencapai Rp24 ribu.(supriyantho khafid)


