MATARAM – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Madjdi meminta pemerintah pusat untuk membantu menanggulangi penyediaan dana sebesar Rp65 miliar untuk percepatan penyelesaian pembangunan bandara internasional Lombok (BIL) di Dusun Slanglit Desa Tanak Awu Kabupaten Lombok Tengah. Sejumlah dana tersebut seharusnya menjadi tanggungan Pemerintah Provinsi NTB pada tahun 2009 mendatang.
Pemerintah Pusat diminta oleh Zainul Madjdi hendaknya mengalihkan tanggungan dana Rp65 miliar itu ke APBN. ‘’Sejarahnya dimana-mana bandara itu tidak pernah menggunakan dana APBD. Semuanya oleh pemerintah pusat,’’ ujarnya sewaktu ditemui seusai penyampaian jawaban dalam rangka bahasan perubahan APBD NTB 2008 di depan rapat paripurna DPRD NTB, Senin (22/9).
Permintaan penyediaan dana APBN sebesar Rp65 miliar dibutuhkan karena keharusan Pemerintah Provinsi NTB menanggung Rp65 miliar itu bisa dibatalkan agar dapat menjadikannya sebagai dana tambahan untuk APBD NTB.
Untuk membangun BIL yang sangat dibutuhkan untuk kepentingan pariwisata dan bandara embarkasi haji yang menggunakan pesawat berbadan lebar, PT Angkasa Pura (AP) I bekerja sama dengan Pemprov NTB dan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menyiapkan dana Rp665 miliar.
PT AP I yang menanggung Rp515 miliar guna membangun seluruh fasilitas bandara kecuali yang dibangun oleh Pemprov NTB sebesar Rp110 miliar berupa taxiway, apron fasilitas penunjangnya. Adapun Pemkab Loteng menyediakan dana Rp40 miliar untuk keperluan membangun parkir mobil, jalan lingkungan dan fasilitas penunjangnya.(supriyantho khafid)


