MATARAM – Untuk meringankan beban warga menjelang lebaran, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Nusa Tenggara Barat (Disperindag NTB) menyiapkan 1.000 paket cuma-cuma di tingkat Provinsi NTB. Mereka akan diberikan empat kilo beras, dua kilo gula pasir, dua kilo minyak goreng.
Paket cuma-cuma tersebut akan dibagikan berkaitan dengan operasi pasar dan pasar murah yang dilakukan oleh Disperindag NTB dalam waktu sepekan terakhir sebelum lebaran. ‘’Pemberian dilakukan H-5 atau H-3,’’ kata Kepala Disperindag NTB A Munir Oesman.
Sebenarnya persediaan sembilan bahan pokok di Mataram dinilai cukup namun terjadinya kebutuhan yang meningkat di luar kebiasaan. Karena itu untuk antisipasinya akan dilakukan operasi pasar dan pasar murah menjelang 3-4 hari sebelum lebaran. Diusahakan serempak seluruh kabupaten-kota.
Untuk pasar murah yang dijual oleh distributor dengan subsidi dari Pemerintah Provinsi NTB. Misalnya harga beras Bulog Rp4.600 diberikan subsidinya Rp2.500, gula pasir dari harga Rp6.500 disubsidi Rp2.000. Sedangkan minyak goreng subsidinya Rp2.500 per kilo. Juga akan diberikan subsidi untuk mi instan dan minyak tanah.
Selama sepekan terakhir ini harga daging sapi murni kelas II di Mataram sudah melonjak Rp54 ribu perkilo dari semula sebelum lebaran Rp46,9 ribu. Sedangkan harga daging kelas I Rp60 ribu per kilo. Ayam broiler yang sebelum puasa Rp21 ribu menjadi Rp24.300. Ayam kampung yang sebelum puasa Rp35 ribu sekarang masih bertahan pada harga Rp44 ribu.(supriyantho khafid)

