MATARAM - Penerbangan arus mudik lebaran dari Jakarta tujuan Mataram sudah dinyatakan penuh sejak Kamis (25/9). Kelas bisinis pun tidak tersisa. Sebaliknya, penerbangan dari Mataram mengalami lonjakan pada H+2 lebaran, Sabtu (4/10) dan dinyakan penuh hingga keesokan harinya, Ahad (5/10).
Maskapai penerbangan yang mengisi rute Jakarta – Mataram adalah Garuda dan Lion Air. Sedangkan Surabaya – Mataram dilayani penerbangan Lion Air, Batavia, Merpati dan Citilink. Masing-masing yang menggunakan Boing 737 seri 400 memiliki kapasitas muat 120-170 orang tergantung ketersediaan kelas bisnis.
Citilink membuka rute baru Surabaya – Mataram sejak 1 September lalu sekali penerbangan sehari, pada pagi hari dari rencana dua kali.
Menurut General Manager Garuda Nusa Tenggara Muhammad Frederik Kasiepo, terjadi lonjakan penumpang lebih awal dari biasanya H-3 dan H+3 yang terjadi pada penerbangan dari dan ke Mataram. ”Biasanya maksimal tiga hari dari hari H,” ujarnya kepada Tempo.
Untuk membuka layanan reservasi bila biasanya pada bulan puasa Garuda Mataram buka 07.30 – 15.00 Waktu Indonesia Tengah maka sebagai bentuk layanan tambahan kepada pemudik, kali ini diperpanjang hingga pukul 16.45. Namun, dari data reservasi yang dihimpunnya, Garuda belum perlu menambah penerbangan ekstra. Kata Frederik, sebenarnya rute Mataram tidak sepadat rute Garuda ke kota lain seperti Yogya, Medan, Padang atau Batam yang sudah dipadati penumpang sejak H-10.
Prediksi dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, lebaran kali ini terjadi lonjakan penumpang hingga 10 persen dari lebaran tahun sebelumnya.(supriyantho khafid)


