MATARAM – Semangat baru pasangan Gubernur – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Madjdi – Badrul Munir memberantas korupsi di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB. Setiap pegawai negeri sipil (PNS) diberikan pin anti korupsi yang dipasang didadanya dan pejabat struktural dan fungsional yang diangkat akan menanda tangani akta integritas.
Zainul Madjdi dan Badrul Munir mengemukakannya dalam keterangan pers pertamanya kepada wartawan, Rabu (17/9) petang. Mereka berpendapat bahwa semua tindakan anti korupis dilakukan agar tidak menghasilkan pemerintahan yang sia-sia, dan tidak terjadinya kegamangan bertindak dalam mengelola keuangan.
Badrul Munir yang sebelum pemilihan menjabat Kepala Biro Organisasi Sekretariat Daerah NTB menegaskan setiap pegawai negeri sipil akan diberikan pin anti korupsi dan setiap pejabat yang diangkat. ‘’Kami ingin melakukan percepatan pemberantasan korupsi,’’ ujanya.
Zainul Madjdi sebelumnya mengemukakan akan bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi dan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan. Ini untuk mengawasi penggunaan uang dilingkungannya. ‘’Akan dilakukan audit. Apapun yang tidak wajar jangan ditutup-tutipi,’’ kata Zainul, 36 tahun, yang berjuluk Tuan Guru Bajang (kiyai muda) cucu dari tokoh kharismatik Nahdlatul Wathan di Pancor Lombok Timur.
Ia pun akan meningkatkan peran pengawasan internal oleh Inspektorat Daerah agar tidak adanya atasan yang menjadi tempat berlindung bawahan yang melakukan kesalahan melanggar hukum. Apapun yang tidak wajar akan ditindak lanjuti penanganan hukumnya agar menuntaskan masalah yang terjadi. Juga akan dilakukan kerja sama dengan Kepolisian dan Kejaksaan untuk melakukan penyelidikan pelanggaran hukum yang kemungkinan terjadi.
Untuk memulai pemerintahannya, Zainul – Badrul juga meminta Kepala Biro Keuangan Sekretariat Daerah membuat neraca keuangan hingga Agustus 2008 agar dapat mengetahui kejelasan posisi keuangan sejak dirinya menjabat. ‘’Supaya masyarakat tahu kami mulai dari mana,’’ ujarnya berjanji akan mengumumkan secara terbuka kepada media.(supriyantho khafid)


