Lombok Sumbawa Online
Jual Fiber Optic Link IIX untuk Seluruh Indonesia
FULL FO sampai pelanggan, cocok untuk korporat, game online, isp dll.
tarif: 1 Mbps=13jt, 2Mbps=15jt, 4Mbps=20jt, 6mbps=26jt, 10Mbps 35jt per-bulan.
kami juga menyediakan bandwidth internasional 10jt/Mbps per-bulan
info lebih lanjut hubungi : 081353570001
Google
 
Sunday, 14 September 2008 • EKONOMI

MATARAM – Ketua Asosiasi Pedagang Kali Lima Nusa Tenggara Barat (APKLI NTB) Irwan Prasetya mengadu sulitnya memperoleh kredit usaha rakyat (KUR) tanpa agunan dari perbankan di Mataram. Tawaran pemerintah yang berniat membantu pedagang kecil tidak sesuai dengan kenyataannya.

Irwan Prasetya menyampaikan pengaduannya kepada Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu yang bertemu kelompok masyarakat dan pengusaha di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Sabtu (13/9). ‘’Yang ditayangkan televisi merupakan kebohongan besar. Kenyataannya dimintai agunan,’’ kata Irwan.

Pertemuan tersebut dilakukan Mari Pangestu setelah melakukan peninjauan ke pasar-pasar di Narmada Lombok Barat, Mandalika dan Kebon Roek di Mataram, pasar murah di lapangan umum Gunungsari Lombok Barat.

Ia mengaku sudah melapor kepada Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah namun hingga kini belum ada tanggapan perubahan. Sebagaimana diluncurkan program KUR menawarkan pinjaman hingga Rp500 juta. Pemerintah menyimpan dananya untuk kepentingan KUR melalui PT ASKRINDO dan Perum Sarana Pengembangan Usaha.

Di Mataram, menurutnya, selama tiga bulan terakhir hanya ada Bank Rakyat Indonesia unit Ampenan dan unit Airlangga yang memberikan pinjaman hingga Rp3 juta tanpa agunan kepada pedagang kaki lima (PKL). ‘’Lainnya tidak ada. Padahal itu uang negara,’’ ucapnya. Pusat Penelitian Peranan Wanita Universitas Mataram telah melakukan pemantauan kepada kaum perempuan pedagang. ‘’Yang paling banyak membutuhkan tambahan modal usaha utamanya kaum perempuan yang berdagang,’’ kata Sri Wahyulina.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Mashur juga mengadu hal yang sama sewaktu menjelaskan besarnya potensi kacang tanah, jagung dan kedele selain padi di daerahnya. ‘’Masih terhambat kendala modal karena harus menyediakan agunan untuk KUR,’’ ujarnya.

Mari Pangestu membenarkan bahwa semestinya KUR tanpa agunan. ‘’Porsi terbesar kUR diberikan kepada pedagang,’’ ucapnya yang menjanjikan untuk melakukan kordinasi di tingkat menteri.(supriyantho khafid)

1 Comment »
  • Nah itulah yang membuat NTB tidak pernah maju karena mental Pejabat baik disektor apapun suka mempersulit ,terutama dibidang urusan urusan perijinan. Wong itu uang Negara bukan uang pribadinya kok malah dipersulit. Jadi Pejabat Bank yah permudah semua Program Pemerintah sambil di Bimbing Nasabahnya dan dipantau. Dicoba dari dana yang kecil dan dibimbing seriap pedagang(nasabahnya) tentang pembukuan dan tata cara berniaga yang baik dari sisi perbankan. Dan Masyarakat NTB juga sudah mesti berpikiran maju dalam menghadapi era globalisasi .Kalau kita dipercaya dan diberikan pinjaman jangan dipakai yang tidak ada hubungunnya dengan tujuan pinjaman(kawin lagi). Pinjaman tersebut dipakai untuk modal usaha dan jangan dipakai untuk bayar hutang di Bank subuh yang bunganya besar. Ayolah kita mulai berubah demi kemajuan NTB yang kita cintai

    Comment by Dadang — September 14, 2008 @ 8:06 pm

  • Leave a comment








    Recent Comments
    » DHC MULAI BUKA POSKO RELAWAN PALESTINA
    01/08/2009 04:18 am | 1 Comment
    » PEMPROP NTB BANTU DANA SKRIPSI 3.000 MAHASISWA
    01/07/2009 04:20 pm | 3 Comments
    » PERTUMBUHAN PENDERITA HIV/AIDS NTB 5 BESAR NASIONAL
    01/06/2009 04:33 pm | 1 Comment
    » ENAM TAHUN ANTRIAN CALON JEMAAH HAJI NTB
    01/05/2009 02:27 pm | 1 Comment
    » GUBERNUR NTB PIMPIN AKSI SOLIDARITAS UNTUK PALESTINA
    01/05/2009 01:08 pm | 2 Comments
    Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com | busby seo challenge