MATARAM – Untuk mengatasi masalah sanitasi di Nusa Tenggara Barat (NTB), selama tiga hari, 8-10 September, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB bekerja sama dengan UNICEF menyelenggarakan Lokakarya Pengembangan Renstra Air Minum & Penyehatan Lingkungan (AMPL) Berbasis Masyarakat dan Penyusunan Rencana Kerja Jangka Menengah Kelompok Kerja AMPL.
Menurut Kepala Bidang Perencanaan Sosial I Gusti Rai Sukertha, penyelenggaraan lokakarya ini dimaksudkan untuk melakukan kaji ulang terhadap kinerja kelompok dalam operasionalisasi renstra dan menyusun rencana kerja jangka menengah. ‘’Secara khusus lokakarya ini untuk mereview operasional kebijakan, menyempurnakan dan mengembangkan,’’ ujarnya.
Dibantu oleh Pokja AMPL pusat. Diikuti oleh 45 orang – 35 orang dari kabupaten kota dan 10 orang Provinsi NTB dibantu pendanaannya oleh UNICEF, agenda pokok lokakarya adalah melakukan kaji ulang terhadap capaian kinerja berdasarkan renstra AMPL provinsi dan kabupaten, mempertajam strategi dan rencana kerja berdasarkan isu strategis AMPL. ‘’Lokakarya ini juga dimaksudkan untuk memberikan bekal pemahaman keterampilan,’’ katanya.
.
Rai Sukertha juga mengemukakan adanya kegiatan Tahun Sanitasi Internasional (TSI) 2008 di NTB yang diselenggarakan sebelumnya yaitu Lomba Sanitasi Perkantoran tingkat Provinsi NTB yang dimenangkan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Kesehatan, dan Bappeda. Kegiatan lainnya adalah pencanangan TSI di provinsi dan kabupaten-kota, perayaan Hari Air Dunia, Promosi dan Sosialisasi Tsi serta Kampanye Cuci Tangan Pakai Sabun.(supriyantho khafid)


