MATARAM – Di Nusa Tenggara Barat (NTB) banyak ijazah calon legislatif (caleg) asal partai politik (parpol) tidak dilegalisir oleh yang berwenang. Juga rata-rata parpol tidak memenuhi kuota keterwakilan 30 persen caleg perempuan. Sedangkan seorang caleg laki-laki meskipun sudah berumah tangga namun karena berusia kurang dari 21 tahun digugurkan langsung.

Ketua Divisi Pendidikan Pemilih dan Sosialisasi Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) NTB Fauzan Khalid menyatakan hasil sementara verifikasi yang dilakukan oleh lima kelompok sejak Jum’at (5/9) lalu. ‘’Selengkapnya keseluruhan akan diplenokan Senin malam ini,’’ ujarnya kepada Tempo. Hasil verifikasi tersebut akan diumumkan Selasa (9/9) dan semua caleg parpol diberikan kesempatan untuk memperbaikinya selama sepekan hingga Selasa (16/9).

Dari seluruh parpol peserta pemilu yang telah mendaftarkan calegnya, untuk enam daerah pemilihan se pulau Lombok dan Sumbawa jumlahnya mencapai 1.070 orang yang terinci 743 orang caleg laki-laki dan 327 orang caleg perempuan. Nantinya setelah lima kelompok menyelesaikan verifikasinya baru bisa diketahui parpol yang belum memenuhi keterwakilannya.

Adanya kembar kepengurusan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) baik kubu Muhaimin maupun kubu Gus Dur, KPUD NTB tetap melakukan verifikasi caleg keduanya. Adapun yang nantinya disahkan pencalonannya masih menunggu keputusan KPU pusat.(supriyantho khafid)

2 COMMENTS

  1. Kalo cuma belum di legalisir mungkin masih bisa di maklum enggih, tapi jangan jangan tu ijasah endak ada yang berani legalisir maklum ijasah palsu , tolong di cek yaaaaaaaaaa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here