PALU - Pemilihan Umum adalah bagian dari kehidupan demokrasi yang baik. Pemilu itu biasa, tidak seram. Yang penting mari kita jalankan dengan sebaik-baiknya. Bebas, rahasia, jujur, adil, aman, tertib dan damai. Demikian dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada pembukaan Muktamar Besar Ke IX Alkhairaat Tahun 2008, di Pondok Pesantren Alkhairaat, Kampus Madinatul Ilmi, Kecamatan Dolo, Kabupaten Donggala, Selasa (26/8) pagi.
“Silahkan saudara-saudara menggunakan hak pilihnya, memilih partai politik manapun yang cocok dengan hati nurani. Ada 38 partai politik, silahkan memilih calon-calon anggota DPR-RI, DPRD Provinsi, DPRD Kota/Kabupaten yang juga cocok dengan hati nuraninya,” ujar SBY. “Nanti, Insya Allah dalam pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, gunakan hal pilih saudara untuk memilih siapa saja yang cocok. Tidak boleh ada paksaan dari siapapun. Mari kita jalankan amanah demokrasi ini dengan sebaik-baiknya,” SBY menyerukan.
Sebagai Kepala Negara, Presiden SBY berharap Pemilu 2009 dapat berjalan dengan baik sehingga membawa citra baik bangsa dan negara kita di tanah air maupun di dunia.
Sebelumnya, Ketua Umum Alkhairaat H.S. Saggaf Aljufri dalam sambutannya menjelaskan bahwa warga Alkhairaat adalah calon pemimpin yang sejak semula diberikan kebebasan penuh, memilih siapa saja yang dianggap cocok. “Secara logis dan jujur saya mengakui bahwa SBY adalah putera terbaik bangsa. Oleh karena itu beliau diberi kepercayaan rakyat untuk memimpin bangsa dan negara ini,” kata H.S. Saggaf.
Usai acara, rombongan Presiden SBY dan Ibu Ani menuju Guest House Siranindi II untuk santap siang bersama. Setelah itu rombongan langsung menuju Bandar Udara Mutiara dan bertolak kembali menuju Jakarta. Mendampingi Presiden SBY antara lain, Menag Maftuh Basyuni, Mensos Bachtiar Chamsyah, Mendiknas Bambang Sudibyo, Menkominfo M. Nuh serta Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng.(osa-presidensbyinfo)


