MATARAM – Setelah Nusa Tenggara Barat (NTB) dapat memenuhi ketersediaan infrastruktur, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB diperhitungkan baru bisa memperkirakan kemampuan optimalnya yang dapat bersaing dalam industrialisasi.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah NTB Lalu Fathurrahman sewaktu berbicara rencana menjadikan kawasan pulau Sumbawa menjadi daerah industri, selain memiliki potensi pertanian, pariwisata dan pengolahan. ‘’Jadi bagaimana NTB bisa mengolah gabah menjadi beras atau kemudian menjadi tepung,’’ ujarnya.
Selain itu, karena memiliki potensi dasar berdasar tren normal, NTB bisa mendapatkan peluang berdirinya pabrik sepatu atau radio dan sebagainya.
Sebelumnya, itu ia berpendapat, bahwa seharusnya pemerintah menghentikan pendirian industri baru di pulau Jawa dan mengalihkannya ke daerah yang lain. Sebab, kalau terbuka lapangan kerja, orang daerah tidak akan pergi ke Jawa yang sudah melebihi kapasitas tampungnya. ‘’Padahal di Jawa itu yang miskin ya tetap miskin. Mestinya peluang diberikan kepada luar Jawa,’’ ujarnya seraya menyebut daerah lain itu seperti Kalimantan, Sulawesi dan Irian.
Untuk membuka keterisolasian pulau Sumbawa, dibutuhkan pembukaan jalan baru sepanjang 500 kilometer. Pemprov NTB telah mengupayakan jalan baru dari Maluk – Lunyuk – Empang. Secara berguru, Fathurrahman menyebutkan jalur ALS (asal lewat saja). Yaitu perkuatan jalan tanah yang dibuka agar dapat dilintasi kendaraan. ‘’Untuk mewjudkan impian ini harus kerja keras,’’ katanya.(supriyantho khafid)


