JAKARTA - Sektor pariwisata Indonesia selain menyumbangkan penerimaan negara yang tahun 2007 lalu mencapai US$ 5,3 miliar, industri jasa ini juga melibatkan jutaan tenaga kerja. “Sektor pariwisata, tahun 2007 menyumbangkan penerimaan negara sebesar US $ 5,3 miliar. Dan berbeda dengan sektor lainnya, sektor pariwisata melibatkan jutaan tenaga kerja, di bidang perhotelan, makanan, transportasi, pemandu wisata, sampai industri kerajinan,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di depan Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta, Jumat pekan lalu (15/8).
Kondisi negara kita, kata Presiden, sudah semakin aman yang dirasakan mulai dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote. Ini merupakan kemajuan yang amat penting, sehingga kita bisa meluncurkan program Visit Indonesia Year (VIY) 2008 untuk mengembangkan pariwisata Indonesia.
Dikatakan, menurut laporan jumlah wisatawan manca negara (wisman) yang berkunjung ke Bali, sebagai barometer pariwisata Indonesia, terus menunjukkan peningkatan. Pada tahun 2007 yang lalu, wisatawan yang berkunjung ke Bali mencapai angka yang tertinggi sejak krisis 1998, bahkan lebih tinggi dari sebelum terjadinya pemboman di Bali akhir 2002 yang lalu. “Oleh karena itu, agenda mewujudkan Indonesia yang aman dan damai, terus kita tingkatkan dan kita jaga bersama,” katanya.(pusformas-depbudpar)

