MATARAM – Penyelesaian pembangunan bandara internasional Lombok (BIL) di Tanak Awu Lombok Tengah dipercepat enam bulan. Kalau semula konstruksinya dijadwalkan selesai November 2009 diminta oleh Pemerintah bisa maju bulan Juni 2009. Konsekwensinya, diperkirakan ada pertambahan biaya termasuk eskalasi kenaikan harga barang dari semula Rp665 miliar menjadi Rp802 miliar.
Menurut Staf Khusus Wakil Presiden RI Sunaryo Sumadi, dipercepatnya penyelesaian pembangunan BIL tersebut agar pengembangan industri pariwisata lebih cepat dimulai. Diantaranya akan dilakukannya perjanjian antara BUMN di bidang pariwisata Bali Tourism Development Corporation (BTDC) dengan BUMN asal Dubai Uni Arab Emirat Emaar Properties yang menyanggupi awal investasinya US $ 600 juta guna menggarap Putri Nyale Resort di pantai selatan Lombok Tengah. ‘’Mereka mau ke sini kalau bandaranya juga sudah siap,’’ kata Sunaryo.
Dikatakannya bahwa karena dibutuhkan pengembangan pariwisata Indonesia secepatnya, disebutkan oleh Sunaryo, maka pembangunan BIL juga dipercepat supaya sinkron dengan perjanjian dengan pihak luar yang semula kesepakatan kesepahamannya disaksikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Sunaryo bersama Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB Lalu Fathurrahman menjelaskan masalah percepatan itu selesai melakukan koordinasi dengan para pejabat Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) dan Pejabat Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Pemkab Loteng) di kantor Bappeda NTB, Selasa (19/8) sore.
BIL yang dibangun di atas lahan seluas 538,8 hektar semula akan memiliki panjang landas pacu 2.500 meter namun segera diperpanjang menjadi 2.750 meter. Dana pembangunannya semula yang ditanggung PT Angkasa Pura Rp515 miliar untuk landas pacu, fasilitas operasional dan keselamatan penerbangan serta bangunan lain. Pemprov NTB menanggung Rp110 miliar guna membangun taxiway, apron dan fasilitas penunjangnya. Sedangkan Pemkab Loteng membiayai Rp40 miliar untuk areal parkir, jalan lingkungan dan fasilitas penunjang.(supriyantho khafid)

