JAKARTA - Di dalam era globalisasi akan selalu ada pilihan manakah yang didahulukan, apakah Global Interest atau National Interest. “Bagi saya, kepentingan nasional terlebih dahulu, kemudian bisa bersama-sama memenuhi global interest,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam acara Foreign Policy Breakfast, di Departemen Luar Negeri, Jalan Pejambon, Jakarta, Selasa (19/8) pagi.
“Dalam era globalisasi yang penuh tantangan, maka mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus jadi bagian dalam international partnership, baik secara regional, bilateral dan multilateral. Kita tidak mungkin kalau tidak menggalang partnership. Inilah yang menjadi medan para diplomat,” ujar SBY.
“Namun, kita juga tidak boleh memberikan beban berlebihan kepada para diplomat. Jangan berikan beban berlebihan pada diplomat, karena strength kita tidak cukup untuk membuat para diplomat kita berhasil dalam misinya. Untuk itu seluruh komponen bangsa harus melaksanakan good governance, good management resources dan memperbaiki competitiveness di Indonesia,” lanjut SBY.
Dalam acara yang diprakarsai Menlu Hassan Wirajuda sejak tahun 2002 itu, hadir seluruh Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, sejumlah pejabat tinggi negara, tokoh nasional dari berbagai komponen bangsa. Tampak pula dua mantan menlu, Ali Alatas dan Alwi Shihab.(mit-presidensby)


