Lombok Sumbawa Online

Jual Link/Bandwidth IIX & Internasional Utk Seluruh Indonesia
call. 081-3535-70001 www.andira.co.id
Google
 
Monday, 18 August 2008 • EKONOMI

MATARAM – Selasa (19/8), siang pukul 13.30 Waktu Indonesia Tengah, Tim Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) akan melakukan evaluasi kesiapan infrastruktur pembangunan Putri Nyale Resort di Lombok Tengah. Dilaksanakan di kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Barat (Bappeda NTB) di Mataram, sebagai penyelenggaranya adalah Tim Setwapres.

Kepala Bappeda NTB Lalu Fathurrahman mengemukakannya kepada LombokNews, di sela tasyakuran peringatan Kemerdekaan RI ke-63 di Graha Bhakti Praja kompleks Kantor Gubernur NTB, Ahad (17/8) siang. ‘’Sudah semakin dekat waktunya untuk memulai pembangunan oleh investor,’’ kata Fathurrahman yang baru meraih gelar doktornya setelah mempertahankan disertasinya Dampak Ekonomi Industri Pariwisata Nusa Tenggara Barat, Jum’at (15/8) lalu di Yogyakarta.

Untuk kepentingan investasi Emaar Properties milik BUMN pemerintah Uni Arab Emirat di Putri Nyale Resort tersebut, pemerintah Indonesia mendukung membangun bandara internasional Lombok di Tanak Awu yang dijadwalkan selesai awal 2010 menggunakan dana Rp665 miliar yang dibiayai sendiri oleh PT Angkasa Pura I sebesar Rp515 miliar, dan melibatkan andil Pemerintah Provinsi NTB yang mengeluarkan dana Rp110 miliar dan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menanggung Rp40 miliar. Sedangkan pemerintah Indonesia membiayai jalan by pass sejauh 16 kilometer dari bandara, penyediaan air bersih dan pembangkit listrik tenaga uap 2 kali 25 megawatt di Teluk Endog Lombok Barat menggunakan dana sebesar US $ 54.180 juta.

Untuk keperluan investasi Emaar Properties, BUMN di bidang pariwisata Bali Tourism Development Corporation yang berpengalaman membangun kawasan wisata Nusa Dua di Bali, akan membentuk joint venture corporation (JVCo-perusahaan patungan). Di dalamnya, menurut Kepala Bidang PP I Lalu Bayu Windia, diusahakan Pemerintah Provinsi NTB memiliki saham hingga 35 persen dari bagian kepemilikan saham Pemerintah Indonesia. Sebab, semula sewaktu dimiliki oleh Lombok Tourism Development Corporation (LTDC), Pemprov NTB telah memiliki 35 persen saham di sana.

Setelah master plan yang dibuat sudah disahkan oleh Pemerintah Provinsi NTB, JVCo akan membuka kantornya Oktober 2008 nanti. Sesuai schedule bisnis plan, konstruksinya dimulai 2009.

Sebelumnya, Gubernur NTB Lalu Serinata menjelaskan bahwa Emaar Properties akan menanamkan modalnya hingga Rp21 triliun. Dilakukan dalam tiga tahap, pertama pembangunan selama dua tahun akan mengucurkan dananya sebesar Rp7 triliun untuk menggarap 450 dari 1.250 hektar yang sebelumnya sudah dikuasai oleh investor lama LTDC. Selanjutnya, untuk investasi tersebut, setiap tahapan berjangka lima tahun itu, Emaar akan mengucurkan dananya sebesar Rp7 triliun.(supriyantho khafid)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com