MATARAM – Kantor DPW Partai Amanat Nasional Nusa Tenggara Barat (PAN NTB) di Mataram didatangi belasan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PAN Lombok Timur (Lotim) yang dipimpin ketuanya Ali Masardi dan ketua DPC PAN Lombok Barat (Lobar) Samsul Bahri, Ahad (17/8) petang. Mereka menggugat kepemimpinan DPW PAN NTB Muhammad Jabir yang sewenang-wenang melakukan penyopotan pengurus DPC melalui musyawarah daerah luar biasa (musdalub) yang tidak prosedural.
Kedatangan mereka seperti dinyatakan oleh Ali Masardi, ingin menyelamatkan PAN NTB yang hanya berpihak kepada seseorang mengorbankan kadernya sendiri. Ahad petang tadi, mereka ke Mataram, menyusul dilakukannya musdalub yang dipimpin Wakil Ketua DPW PAN NTB Arya Susman di Selong Lombok Timur, Ahad (17/8) pagi. ‘’DPW tidak boleh arogan dan otoriter. Partai ini mau kalah atau menang dalam pemilu,’’ kata Ali Masardi yang mengherankan penyopotannya secara diam-diam.
Seorang Wakil Ketua DPC PAN Lotim Tirmizi mengancam akan menyelesaikan dengan caranya sendiri apabila DPW PAN NTB tidak bisa menyelesaikannya, menampung semua aspirasi dan hak-hak kadernya sendiri.
Selama dua bulan terakhir ini, sudah dua kali kepemimpinan DPC PAN Lotim berganti. Setelah Ali Masardi dicopot, DPW PAN NTB menyerahkan kepada pelaksana tugas (PLT) Kusumanegara yang kemudian juga mundur digantikan oleh Susman. ‘’Hari ini tiba-tiba Susman mengadakan musdalub yang tidak jelas pesertanya,’’ ucapnya.
Demikian pula kepemimpinan DPC PAN Lobar Samsul Bahri yang terpilih pada musda yang berlangsung setahun lalu, tidak diakui oleh DPW PAN NTB yang menunjuk PLT orang lain dan kemudian hanya melalui musdalub yang dihadiri hanya 45 dari 221 orang menetapkan Hasbullah. ‘’Musdanya tidak sesuai aturan partai,’’ katanya.
Muhammad Jabir tidak berada di tempat. Anggota Majelis Pertimbangan Partai DPW PAN NTB Ali Ahmad yang menemui mereka bersama Sekretaris DPW PAN NTB Hadi Sulthon menjanjikan untuk menyelesaikannya. ‘’Insya Allah akan diselesaikan segera,’’ ujarnya.(supriyantho khafid)


