MATARAM – Setahun, 2008 ini, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) membiayai 28 proposal penelitian terapan dari kalangan akademik dan lembaga penelitian yang berasal dari lembaga swadaya masyarakat. Masing-masing dibiayai Rp50 juta, mereka melakukan penelitian berbagai topik yang bermanfaat untuk masyarakat.
Kepala Bidang Penelitian Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB Supran menjelaskan penelitian itu berlangsung selama enam bulan sejak ditanda tanganinya kontrak kerja penelitiannya, April 2008 lalu. ‘’Pembiayaannya diberikan kepada lembaga, bukan untuk perorangan,’’ ujarnya kepada LombokNews, Ahad (17/8) siang.
Adapun sasaran penelitian yang dibiayai melalui Bappeda NTB tersebut meliputi antara lain pengembangan budi daya rumput laut, tanaman kayu gaharu, pertanian dan peternakan, dan kesehatan. ‘’Juga energi alternatif seperti pengembangan kompor berbahan bakar pasta jarak,’’ katanya.
Menurut Supran, kepedulian terhadap pengembangan potensi penelitian yang dilakukan itu, tidak hanya dilakukan menggunakan pembiayaan dari dana anggara Pemprov NTB saja. Tetapi juga dilakukan bekerja sama dengan Kementerian Negara Riset dan Teknologi (Ristek) agar dapat lebih banyak membangkitkan potensi daerah NTB.
Untuk tahun 2009 nanti, sesuai kajian Tim Penyusunan Struktur Organisasi NTB, penanganan penelitian akan dikelola Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) NTB. Walau, dikatakan oleh Supran, Kementerian Ristek mempertanyakan ketiadaan unit kelembagaan penelitian dan pengembangan di Bapedalda tersebut.(supriyantho khafid)

