Lombok Sumbawa Online

Jual Link/Bandwidth IIX & Internasional Utk Seluruh Indonesia
call. 081-3535-70001 www.andira.co.id
Google
 
Thursday, 14 August 2008 • LINGKUNGAN

MATARAM - Untuk antisipasi terjadinya korban pendakian gunung pada puncak acara Kemerdekaan 17 Agustus 2008 yang dilakukan oleh pegiat pencinta alam yang kemungkinan diakibatkan gunung api meletus mendadak, Dinas Pertambangan dan Energi Nusa Tenggara Barat (Distamben NTB) juga melakukan pengamatan seismograf dan histogram.

Pemantauan menggunakan seismograf dilakukan guna mencatat adanya getaran gempa dan histogram yang dilakukan menggunakan visual oleh petugas pos pengamat gunung berapi di Rinjani Lombok dan Tambora Dompu. ‘’Kami memantau pendakian yang dilakukan aktivis pecinta alam yang berada di puncak gunung pada peringatan kemerdekaan,’’ kata Wakil Kepala Distamben NTB Heryadi Rachmat kepada LombokNews, Kamis (14/8) pagi.

Menurutnya, pengamatan dilakukan agar dapat menditeksi secara dini adanya aktivitas gunung berapi yang tiba-tiba terjadi. Diakui oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Taman Nasional Gunung Rinjani Sihono di Mataram kepada LombokNews, bahwa awal April 2008 lalu sempat ditutup untuk pendakian karena adanya peningkatan aktivitas gunung berapi tersebut. ‘’Suhu air danau Segara Anak di Rinjani meningkat panas,’’ ujarnya. Sedangkan selama tiga bulan sebelum dibuka 31 Maret 2008, Rinjani juga dinyatakan ditutup karena cuaca buruk yang tidak menentu.

Sihono mengakui bahwa sering dilakukan pendakian Rinjani pada saat puncak peringatan Kemerdekaan RI tepat 17 Agustus. Tahun 2007 lalu, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani Arief Tongkagie bersama tim melakukannya. Namun, hingga hari ini, belum diperoleh informasi adanya pendakian para aktifis pecinta alam yang melakukannya. Sebab, tidak sedikit para pendaki yang langsung melakukannya melalui pintu pendakian di Desa Senaru Lombok Barat atau di Desa Sembalun Lawang Lombok Timur.

Namun, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani Arief Toengkagi hari ini berada di Sembalun untuk melakukan rapat dengan para pemuka desa dari Senaru dan Sembalun. ‘’Pengelolaan pendakian dikordinasikan,’’ ucap Sihono.

Mulai Rabu (13/8) kemairn, guru besar Institut Teknologi Bandung Widjajono Partowidagdo yang tengah melakukan kajian sosialisasi pemanfaatan biofuel difasilitasi PT Newmont Nusa Tenggara melakukan pendakian ke gunung Tambora.

Sebelumnya, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi Dr Surono di Bandung menyatakan, balai yang dipimpinnya menyiapkan pusat krisis di sejumlah gunung api. Ini untuk mempersiapkan upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang sering diselenggarakan di puncak gunung. “Mulai tadi malam kami sudah memantau beberapa gunung api yang biasa dipakai upacara,” katanya.

Di NTB ada tiga gunung api Barujari di kawasan Rinjani, Tambora di Dompu-Bima dan gunung Sangeang Api di Kabupaten Bima termasuk gunung api type A yang masih meletus setelah Tahun 1.600. Sedangkan Gunung Rinjani masuk type B karena sejak Tahun 1600 tidak pernah meletus. Gunung Satonda di pulau Satonda Kabupaten Dompu termasuk type C yang pernah meletus dahsyat dalam sejarah geologi hingga tinggal puing-puing saja dan memperlihatkan sisa-sisa kegiatan lapangan fumarola dan solfatara.(supriyantho khafid)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com