MATARAM - Sejak Sabtu (26/7) lalu, komunitas fotografer Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar pameran fotografi NTB Dalam Bingkai di Taman Budaya Mataram. Dijadwalkan berlangsung hingga Sabtu (9/8) mendatang, mereka menampilkan 150 karya terbaik dari puluhan fotografer yang tergabung lima kelompok fotografer.
Mereka menyajikan tema lingkungan, sosial, tradisi dan gambar monumental dari perkembangan kota Mataram. Ada Barapan Ayam yang merupakan tradisi masyarakat Sumbawa mengadu balap lari ayam, main Perisaian – bertarungnya dua pepadu menggunakan tongkat rotan dan tameng kulit binatang, puing rangka dermaga ex Pelabuhan Ampenan, atau terowongan jalan menggunakan dinding plat seng yang dapat dilalui truck di Maluk Sumbawa Barat.
Nanang Wirawan dari LombokPhotography.Com menjelaskan penyelenggara pameran oleh para anggota Rana Rinjani Club, Fotografi Kampus Universitas Mataram, Batu Hijau Photography club, Forum Fotografer Kabupaten Sumbawa Barat dan Bima Photography Club, sebagai wadah silaturahim diantara sesama penyuka fotografi. Katanya, yang penting adalah untuk meningkatkan kekompakan diantara mereka dari ancaman fotografer luar daerah. ‘’Sudah ada tanda-tanda berdatangannya fotografer profesional yang mengais rezeki di sini,’’ ujarnya.
Hanya sayangnya, karena terburu-buru menyiapkan pelaksanaannya, hampir semua foto tanpa diberikan keterangan teknis pemotretannya. Seorang warga kota Mataram penyuka audio visual Rony Setiawan yang berkunjung, menyebutkan pemilik foto seharusnya menyantumkan data teknisnya. ‘’Agar ketahuan orisinalitasnya,’’ kata Rony.
Ada beberapa ekspose yang menarik, yaitu sajian gambar dua orang petarung Perisaian yang terlihat terbang di atas pasir pantai dan beberapa gambar goa yang berada di Kabupaten Sumbawa Barat. Mulai dari goa Mumber di Desa Bangkat Monte Taliwang yang mampu menampung 1.000 orang.(supriyantho khafid)


