MATARAM - Keanggotaan Komisi Pemilihan Umum Daerah Nusa Tenggara Barat (KPUD NTB) sangat diminati. Diperkirakan calon pendaftar akan mencapai 150 orang hingga penutupan pendaftaran, Selasa (5/8) pekan depan. Sampai Selasa (29/7) pagi sudah 86 orang dari berbagai unsur masyarakat yang mendaftar. Mereka akan diseleksi secara bertahap menggunakan sistem gugur untuk memperoleh 10 orang bakal calon, lima orang calon yang ditetapkan diangkat langsung dan lima orang lainnya sebagai cadangan.
Ketua Tim Seleksi Syaiful Muslim dan anggotanya Muhammad Nurhaedin menjelaskan asal usul pendaftar : akademisi, praktisi hukum, wartawan, birokrat dan tokoh budaya maupun dari kalangan anggota KPUD di kabupaten-kota se NTB. ”Mungkin setelah melihat satu periode yang lalu menyenangkan menjadi anggota KPUD. Bisa juga karena sangat tinggi kepeduliannya terhadap demokrasi, ” ujar Saiful Muslim yang sehari-hari ketua Majelis Ulama Indonesia NTB.
Sedangkan anggota tim seleksi lainnya, Nurhaedin ? biasa dipanggil Edo - yang juga wartawan Suara NTB dan dalam pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur NTB, 7 Juli lalu menjabat sebagai anggota Panitia Pengawas, menyebut banyaknya calon pendaftar tersebut diduga untuk beralih profesi. Utamanya rekan-rekan wartawan dari kota Mataram maupun dari daerah kabupaten lainnya. ”Ada sepuluh orang wartawan yang ikut mendaftar,” katanya.
Disebutkan oleh Edo, wartawan yang mendaftar diantaranya Adhar Hakim (SCTV), Hasanuddin (Metro TV), Agus Zairony (Indosiar), Nasruddin (RRI Mataram), Bohri Rachman (Kepala Stasiun RRI Bandung). Lainnya adalah mantan Rektor Universitas Mataram Moh.Qazuini, dosen Universitas Muhammadiyah Mataram Darmansyah, budayawan Djalaluddin Arzaki, birokrat Musa Shofiandi, anggota Panwas NTB Yan Marli, ketua KPUD Lombok Barat Tuan Guru Haji Hasanain Juwaini, Ketua KPUD Sumbawa Sudirman, dua orang anggota KPUD Mataram Lafat Akbar dan Salman.
Seleksi para calon anggota KPUD NTB ini melalui empat tahap sistem gugur : administrasi, tertulis, wawancara dan psikotes serta uji kepatutan. ”Masyarakat juga diberikan kesempatan untuk menanggapi pencalonan mereka,” kata Saiful Muslim. Namun, fit propertest dilakukan oleh KPU Pusat dan sekaligus menentukan mereka yang terpilih.
Adapun jadwalnya 24 Juli - 5 Agustus pendaftaran, 6-10 Agustus penelitian kelengkapan administrasi, 11-13 Agustus pengumuman daftar calon, 19 Agustus seleksi tertulis, 20-26 Agustus pengumuman agar diketahui masyarakat untuk memberikan tanggapan, 27-31 Agustus wawancara dan kwalifikasi. Selanjutnya 1-3 September penyampaian 10 nama yang berhak menjalani fit dan propertest oleh KPU Pusat.
Menurut anggota KPUD NTB periode 2003-2008 Lalu Ahmad Yani, KPUD kabupaten-kota juga akan dibentuk baru. KPUD NTB menetapkan tim seleksi masing-masing daerah. Nantinya, seleksi calon anggota KPUD kabupaten-kota se NTB masing-masing beranggotakan lima orang. Nantinya, DPRD setempat yang berhak memutuskan jatah dua orang, Bupati-Walikota memilih satu orang, dan KPUD NTB dua orang.(supriyantho khafid)


