MATARAM - DPD Partai Golkar Nusa Tenggara Barat (PG NTB) meminta DPP PG tidak lagi mengambil jatah anggota DPR RI asal NTB untuk calon dari pusat. Sebab, DPD PG NTB ingin menempatkan kadernya putra daerah NTBnya sendiri. Selama ini, dari tiga anggota DPR RI dari PG asal NTB sebanyak dua orang dari Jakarta.
Ketua DPD PG NTB Lalu Serinata mengakui keputusan pencalonan anggota DPR RI itu ditangan DPP. Tapi, untuk pemilu 2009 nanti, DPD PG NTB ingin merebut jatahnya untuk putra daerah. ”Ingin kami rebut walau merupakan kewenangan DPP,” ujarnya menjawab LobokNews, selesai bagi-bagi amplop berisi uang untuk kelompok duafa dalam rangka sosialisasi nomor 23 sebagai nomor pemilu PG.
Menurutnya, DPP PG seharusnya tidak mengambil jatah dari daerah kecil seperti NTB. Semestinya, calon DPP PG ditempatkan dari daerah besar seperti Jawa Timur, Jawa Tengah atau Jawa Barat. ”Dulu sudah pernah saya protes,” katanya. Apabila seorang calon DPP PG ditempatkan dari NTB sudah menyita 10 persen jatah daerah. Beda apabila mengambil daerah besar yang dihitungnya hanya sebesar satu persen saja.
Rabu (23/7) sore tadi, di Mataram, PG NTB meluncurkan nomor urut pemilunya 23 dengan cara membagi-bagi amplop 207 paket kepada kalangan kelompok masyarakat duafa, yatim piatu, nelayan, tukang ojek, tukang sapu jalanan, tim medis dan paramedis. Dilakukan langsung oleh Serinata, sesuai nomor 23, dilakukan pada pukul 2.30 sore memberikan uang masing-masing Rp23 ribu dalam setiap amplop yang dibaginya.
Serinata menyebut acara bagi-bagi amplop tersebut sebagai kegiatan yang mulia sekaligus memasyarakatkan nomor partainya. Utamanya kepada para calon pemilih yang baru akan menyoblos pada pemilu mendatang. ”Agar selalu dikenang,” ujarnya sebelum menyampaikan bendel-bendel amplop kepada mereka di ruang aula kantor DPD Partai Golkar NTB.(supriyantho khafid)


