MATARAM - Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Nusa Tenggara Barat (Distamben NTB) sudah mengembangkan Solar Home System (SHS) atau Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di daerah terpencil. Sampai hari ini, sudah tersebar 4.385 unit PLTS di tujuh kabupaten yang tidak terjangkau aliran listrik PLN dan tidak memiliki potensi energi primer lain untuk dikembangkan.
PLTS yang dikembangkan Distamben NTB tersebut adalah pembangkit listrik skala kecil 10-55 wattpeak yang mampu hanya untuk penerangan sekitar 20 rumah. Harga peralatan yang menggunakan aki 200 ampere untuk menampung daya listriknya, dibeli menggunakan dana APBD NTB sekitar Rp3,5 juta - Rp6 juta. ”Ini teknologi sederhana,” ujar Wakil Kepala Distamben NTB Heryadi Rahmat kepada LombokNews, Senin (21/7).
Potensi energi surya di wilayah Provinsi NTB dengan radiasi harian matahari rata-rata 4,51 Kwh/m2/detik sangat potensial untuk pengembangan SHS di seluruh wilayah Provinsi NTB. Menurut Heryadi, energi surya ini adalah energi terbaharui, energi yang dikumpulkan langsung dari cahaya matahari.(supriyantho khafid)




