MATARAM - Kunjungan wisatawan mancanegera (wisman) ke Indonesia semakin meningkat setiap bulannya selama lima bulan terakhir, Januari-Mei 2008. Rata-rata pertambahannya mencapai 13 persen sebulan. Bulan Juni kemarin lebih 14 persen. Kalau 2007 lalu angka kunjungan wisman mencapai 5,5 juta orang makan ditargetkan 2008 ini bisa mencapai 7 juta orang wisman. Setahun belanja sejumlah 223 juta pergerakan wisatawan seluruhnya di Indonesia mencapai Rp79 triliun.
Namun, pelaku pariwisata diminta tidak hanya mengarahkan perhatiannya kepada wisman saja. Sebab, wisatawan nusantara (wisnu) juga sangat besar dan hendaknya menjadi bagian penting. ”Ini merupakan kegiatan yang sangat besar. Program kenali negerimu dan cintai negerimu bisa meningkatkan kecintaan terhadap destinasi sendiri,” ujar Direktur Jenderal Pemasaran Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Sapta Nirwandar, sewaktu membuka Festival Senggigi di Lombok, Sabtu (19/7) petang.
Apalagi mulai tahun 2009, investor asal Dubai Emaar Properties mulai menggarap kawasan wisata Mandalika di selatan Lombok Tengah seluas 1.250 hektar yang menanamkan dananya hingga Rp20 triliun. Bandara Internasional Lombok pun dijadwalkan selesai dibangun bisa melayani pesawat berbadan lebar sehingga diharapkan dapat menjadi bandara antara penerbangan internasional Timur Tengah dari dan ke Australia. Sebab, diukurnya dari Dubai yang menjadi persinggahan 20 juta penumpang transit setiap tahunnya, kalau hanya sekedar air mineral saja sudah sangat besar kebutuhan belanja. ”Mudah-mudahan bisa menjadi pusat wisata kelas dunia. Namun perlu kesiapan masyarakat,” katanya.
Kepala Dinas Pariwisata Seni Budaya Lobar Tjokorda Suthendra Rai menyebutkan kepada Tempo, kunjungan wisatawan ke daerah Lobar saja yang memiliki destinasi Senggigi dan Gili Trawangan serta gili (pulau kecil) lainnya didatangi 257.000 orang - 60 persen diantaranya wisman selama setahun terakhir kemarin. Dari pajak pembangunan yang dipungut dari pengunjung hotel dan restoran bisa mendapatkan Rp21 miliar dari keseluruhan pendapatan asli daerah sebesar Rp36 miliar. ”Kami berharap bisa bertambah besar,” ucapnya.(supriyantho khafid)




