MATARAM - Untuk mengatasi kesulitan listrik di desa se Nusa Tenggara Barat (NTB), Dinas Pertambangan dan Energi Nusa Tenggara Barat mengembangkan Desa Mandiri Energi. Memanfaatkan ketersediaan air terjun di tujuh lokasi di desa setempat. Salah satunya, pembangkit listrik mikro hidro (PLMH) Teras Genit di Kabupaten Lombok Barat yang mampu menghasilkan listrik sebesar 30 kilowatthour (KWH).
Para pengelola PLMH sudah diberikan pelatihan manajemen pengelolaan usahanya, agar dapat memberikan dampak perekonomian untuk masyarakat sekitarnya. Sehingga diharapkan dapat menjadi contoh operator PLMH yang baik. Wakil Dinas Pertambangan dan Energi NTB Heryadi Rahmat mengatakan PLTMH tersebut untuk memanfaatkan energi baru dan terbarukan di NTB yang belum digarap. ”Cukup banyak potensinya di NTB. Tidak menggunakan energi fosil,” ujar Heryadi, Rabu (16/7).
Selain pemanfaatan air terjun, penelitian potensi panas bumi di Sembalun Lombok Timur juga telah selesai dilakukan Badan Geologi yang mendapati 65 megawatt. Lainnya, panas bumi di Huu Kabupaten Dompu. Bahkan energi arus bawah laut pun telah dibangun di Lombok Timur yang dapat menghasilkan listrik sebagai salah satu dari tiga proyek di dunia.
Untuk kali pertama di luar negerinya, Italia, teknologi pembangkit listrik tenaga arus laut (PLTAL) Kobold dibangun di perairan Tanjung Menangis Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Teknologi Kobold mengadopsi konsep propeler (baling-baling kapal) yang diputar arus vertikal. Bisa menghasilkan 110 KWH untuk kepentingan 200an rumah penduduk di sana.
Proyek prototype pertama Kobold di Indonesia ini senilai Rp8 miliar tersebut mulai Januari 2008 dibangun, separonya dibiayai United Nations Industrial Development Organization (UNIDO). Sedangkan selebihnya berasal dari dana Pemerintah Indonesia 30 persen, Pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Barat 10 persen dan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur 10 persen.
Kepala Sub Bidang Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Bappeda NTB Yusron Hadi telah belajar selama lima bulan di International Center for Science anda High Technology di Trieste Italia. President Ponte di Archimede SPA (PT) DR.Emilio Matasena telah datang ke lokasi. Yusron Hadi menjelaskan bahwa pemilihan lokasi Tanjung Menangis disebabkan memiliki potensi kecepatan arus 2,75 meter per detik. ”Bisa bekerja operasional selama sembilan jam,”ucapnya. Kobold menghasilkan 110 Kwh. Adapun penempatan konstruksinya, sekitar 250 meter dari pantai pada kedalaman 20-50 meter.(supriyantho khafid)

