MATARAM - Untuk mengendalikan Flu Burung di Nusa Tenggara Barat (NTB), mulai hari ini, Senin (14/7) hingga 29 Juli mendatang, ACIAR (Australian Center for International Agriculture Research) melakukan studi lapangan dan workshop di Nusa Tenggara Barat. (NTB). Izin perjalanan Manajer Program Riset untuk Kesehatan Hewan Australia Centre tersebut, George Douglas sudah dikeluarkan oleh Direktur Fasilitas Diplomatik Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler Departemen Luar Negeri (Deplu) Nurul Qomar.
Izin kegiatan George Douglas bukan hanya di NTB. Tetapi juga diberikan untuk penjajakan kerja sama penelitian dengan lembaga-lembaga terkait di Papua dan Papua barat. ”Surat izin Deplu itu sudah diterima Gubernur,” kata Kepala Bagian Humas Pemerintah Provinsi NTB Ibnu Salim.
Kepala Dinas Peternakan NTB drh.Abdul Muthalib, menjelaskan bahwa Pemerintah Australia memberikan hibah melalui proyek ACIAR membantu pengendalian Avian Influenza (AI) Aus $ 149.326 atau Rp1,308 miliar dan peningkatan pelayanan kesehatan hewan sebesar Aus $ 120.099 atau Rp1,052 miliar. Sebelumnya, 2007, telah ditemukan kasus AI di kota Mataram. ”ACIAR membantu manajemen pengendalian Flu Burung yang penjalarannya bisa cepat,” ujarnya.
Bantuan penanganan Flu Burung tersebut mengingat penyebarannya terkait dengan lalu lintas peredaran unggas di daerah ini yang bertetangga dengan Bali dan Nusa Tenggara Timur. Selain Flu Burung, ACIAR juga menangani sistem pengendalian penyakit Anthrax yang selalu terjadi di Sumbawa.(supriyantho khafid)

